Sunday, 15 September 2019

Lengkapi Berkas, Polisi Evaluasi Keterangan Saksi Kasus Makar Eggi

Sabtu, 8 Juni 2019 — 10:40 WIB
Eggi Sudjana saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5/2019). (cw2)

Eggi Sudjana saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5/2019). (cw2)

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan masa penahanan terhadap Eggi Sudjana perlu diperpanjang karena berkas acara pemeriksaan (BAP) perkara dugaan makar yang membelit Eggi masih belum rampung.

“Kalau berkas belum selesai ya diperpanjang masa tahanannya, aturannya seperti itu. Kalau nggak diperpanjang nanti bebas demi hukum,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

Saat ini, kata Argo, penyidik masih mengevaluasi BAP kasus dugaan makar itu. Sebanyak 17 saksi juga telah diperiksa terkait kasus yang menyandung Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

“Penyidik sudah memeriksa 17 saksi. Tentunya nanti tinggal evaluasi apa ada yang kurang atau tidak. Kalau sudah lengkap ya kami berkas,” imbuhnya.

(BacaBPN Tanggapi Perpanjangan Penahanan Eggi Sudjana)

Diketahui, masa penahanan terhadap tim advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) itu telah habis pada 2 Juni 2019. Oleh karena itu penyidik memperpanjang masa penahanan Eggi terhitung sejak 3 Juni 2019 hingga 40 hari ke depan.

(BacaPenangguhan Ditolak, Masa Penahanan Eggi Sudjana Diperpanjang 40 Hari)

Sementara itu, permohonan penangguhan penahanan pun dilayangkan oleh Direktur Advokasi dan Hukum BPN, Sufmi Dasco Ahmad. Namun hingga kini, kata Argo, penyidik masih mengkaji permohonan penangguhan tersebut. Sehingga belum dapat dipastikan apakah permohonan penangguhan dikabulkan atau tidak.

“Untuk penangguhan itu kewenangan dari penyidik. Penyidik belum ada keputusan,” imbuh Argo.

(BacaSufmi Dasco Ahmad jadi Jaminan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana)

Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan makar dan pernyataan ‘people power‘ oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimun) Polda Metro Jaya pada Selasa (7/5/2019) lalu.

Terkait kasus tersebut, Eggi disangkakan Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. (cw2/ys)