Saturday, 24 August 2019

Setelah Lebaran, Banyak Emak-emak Jual Emas

Senin, 10 Juni 2019 — 20:03 WIB
Warga ramai-ramai jual emas pasca Lebaran di Pasar Koja, Jakarta Utara. (deny)

Warga ramai-ramai jual emas pasca Lebaran di Pasar Koja, Jakarta Utara. (deny)

JAKARTA – Pasca Lebaran, sejumlah toko emas di Pasar Koja, Jakarta Utara, banyak diserbu emak-emak untuk menjual perhiasan. Adapun latar belakang  ramainya penjualan emas tersebut, karena kebutuhan untuk persiapan masuk anak sekolah.

“Buat persiapan anak masuk SMA, jaga-jaga kalau nggak diterima di sekolah negeri,” ucap Suryani (41), salah seorang warga, Senin (10/6/2019).

Meski begitu, ia optimistis anaknya dapat diterima di sekolah negeri sesuai pilihan.

Hal serupa juga diucapkan Lies Herwati, warga lainnya. Ia mengaku terpaksa menjual kembali gelang emas yang baru dibelinya sebelum Lebaran kemarin, hasil sebagian uang THR (Tunjangan Hari Raya) dari suaminya tersebut.

“Habis mau bagaimana lagi Pak, untungnya saja ini uang THR ada yang tersisa jadi emas. Jadinya waktu perlu kayak begini bisa dijual lagi buat kebutuhan anak masuk sekolah,” katanya.

A Fu, pemilik toko emas di Pasar Koja mengaku, setelah Lebaran warga banyak menjual emas ketimbang membeli. “Kalau puasa sebelum Lebaran ramai yang beli, tapi kalau sekarang ramai pada menjual,” ungkapnya.

Meski harga jual emas cendrung stabil, namun fenomena ramainya masyarakat menjual emas ini memang sering terjadi setiap tahun setelah Lebaran. “Mungkin karena kebutuhan, sementara uang mereka sudah habis pada saat Lebaran kemarin,” timpalnya.

Untuk diketahui, harga perhiasan emas saat ini mencapai Rp597 ribu per gram dengan kadar 75 persen atau 18 karat. Sedangkan untuk logam mulia dengan kadar yang lebih tinggi 99,99 persen atau 24 karat, mencapai Rp620 ribu per gram. (deny/ys)