Wednesday, 19 June 2019

Kanada Segera Terapkan Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Selasa, 11 Juni 2019 — 12:39 WIB
Perdana Menteri  Kanada, Justin Trudeau. (reuters)

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. (reuters)

KANADA – Mulai tahun 2021, Kanada akan melarang penggunaan barang sekali pakai berbahan plastik, termasuk kantong, sedotan, alat pemotong, dan tongkat pengaduk. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan ekosistem di negara tersebut yang rusak akibat penggunaan plastik.

Perdana Menteri  Kanada, Justin Trudeau, mengumumkan hal tersebut pada Senin (10/6/2019) waktu setempat. “Limbah plastik berakhir di tempat pembuangan sampah dan insinerator kami, mengotori taman dan pantai kami, dan mencemari sungai, danau, dan lautan kami, menjerat dan membunuh kura-kura, ikan, dan mamalia laut,” kata pemimpin Kanada itu dalam sebuah pernyataan.

 

Kurang dari 10 persen plastik yang digunakan di Kanada akan didaur ulang. Tanpa perubahan arah, orang Kanada akan membuang sekitar  11 miliar dolar AS bahan plastik yang diperkirakan setiap tahun pada tahun 2030.”

Menurut pemerintah Kanada, setiap tahun 1 juta burung dan lebih dari 100.000 mamalia laut di seluruh dunia terluka atau mati ketika mereka mengira plastik sebagai makanan.

Secara global, satu truk penuh sampah plastik memasuki lautan setiap menit, kata pernyataan itu.

Pada bulan Mei, Inggris menetapkan larangan plastik pada tahun 2020. Para pejabat memperkirakan 4,7 miliar sedotan plastik dan 316 juta pengaduk plastik digunakan di Inggris setiap tahun.

Sebuah laporan oleh Komisi Eropa menemukan bahwa 80% sampah di lautan di dunia adalah plastik.

Menteri Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada, Catherine McKenna, mengatakan sudah waktunya untuk bertindak. “Kita semua telah melihat gambar-gambar yang mengganggu dari ikan, penyu, paus, dan satwa liar lainnya yang terluka atau sekarat karena sampah plastik di lautan kita,” katanya. (mb)