Saturday, 24 August 2019

Ahmad Dhani Rapel Hukuman Gara-gara Nyinyiran di Medsos

Rabu, 12 Juni 2019 — 7:03 WIB
sentilan ahmad dhani

AHMAD Dhani benar-benar terjebak dalam pepatah: tangan mencencang bahu memikul. Bagaimana tidak? Gara-gara terlalu nyinyir di medsos, kariernya jadi berantakan. Nyawabup kalah, Nyaleg DPR gagal, justru kini tembok penjara menunggu. Di PN Jaksel kena 1,5 tahun penjara, di PN Surabaya kena 1 tahun, semua akibat gatal tangan di medsos.

Sebagai pemusik, Ahmad Dhani memang jagonya. Album-album yang diproduksinya selalu laris manis, show-show musiknya selalu dibanjiri penonton.

Tak puas dengan apa yang telah dimiliki, memang sudah menjadi watak manusia. Dan Ahmad Dhani pun ingin terjun ke politik. Tapi ternyata bakatnya bukan di situ. Pernah digadang jadi Cagub DKI, tapi akhirnya batal. Nyawabup di Bekasi pun, kalah.

Melalui gitar, jari-jemari Ahmad Dhani banyak menciptakan lagu-lagu indah. Tapi melalui jari jemarinya pula, dia paling doyan main medsos. Apa saja dikomentari, sehingga berujung tuntutan hukum. Di PN Jaksel bulan Januari 2019 lalu, dia divonis 1,5 tahun penjara gara-gara ujaran kebencian.

Baru beberapa hari menikmati sel LP Cipinang, sudah dibon Kejaksaan Jatim untuk disidangkan di PN Surabaya, gara-gara pencemaran nama baik lewat vlog. Di sini Ahmad Dhani kemarin  divonis1 tahun penjara. Benar-benar tangan mencencang bahu memikul, karena punya “tabungan” vonis sebanyak 2,5 tahun penjara. Dia akan “ngrapel” hukuman gara-gara jari jemarinya terlalu gatal di medsos.

Gara-gara ulahnya, Nyaleg DPR lewat Dapil Jatim pun gagal, senasib dengan Mulan Jamela istri keduanya. Kasihan Ahmad Dhani, mimpinya ke Senayan gagal malah belok ke LP Cipinang. Coba kalau dulu tetap fokus ke musik, niscaya album-albumnya semakin meledak.

Maka bila nanti telah selesai “sekolah” di LP Cipinang, lupakan mimpi jadi politisi. Kembali saja ke habitat lamanya sebagai pemusik. Penggemar sudah kangen akan lagu-lagu baru ciptaan Ahmad Dhani. Dia memang pasnya di sini, bukan dunia politik yang penuh intrik. – (gunarso ts)