Sunday, 25 August 2019

Unjuk Rasa Tolak RUU Ekstradisi

Demonstran Blokir Kantor Pemerintahan Hong Kong

Rabu, 12 Juni 2019 — 14:39 WIB
Pengunjuk rasa menolak RUU ekstradisi ke China. (reuters)

Pengunjuk rasa menolak RUU ekstradisi ke China. (reuters)

HONG KONG – Pengunjuk rasa di Hongkong telah memblokir kantor pusat pemerintahan. Aksi ini dilakukan sejak Minggu (9/6/2019), dalam rangka menolak undang-undang ekstradisi ke China.

Ribuan demonstran yang kebanyakan dari mereka masih muda, memaksa sesi di Dewan Legislatif untuk ditunda tanpa batas waktu.

Protesters occupy a road during a demonstration against a proposed extradition bill in Hong Kong, China June 12, 2019. REUTERS/Tyrone Siu

Seorang pemrotes berusia 18 tahun, yang hanya memberikan namanya sebagai Jacky, mengatakan: “Kami masih muda tetapi kami tahu bahwa jika kami tidak membela hak kami, kami mungkin kehilangan mereka.”

Unjuk rasa ini sudah berjalan selama tiga hari dan diklaim diikuti satu juta orang yang mengutuk RUU yang diusulkan.

Demonstrators attempt to move metal barricades during a protest against a proposed extradition bill in Hong Kong in Hong Kong, China June 12, 2019. REUTERS/Tyrone Siu

Kepala eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, sebelumnya telah bersumpah untuk terus maju dengan undang-undang, meskipun ada kekhawatiran hal itu dapat membuat penduduk terkena pelanggaran hak asasi manusia.

Carie bersikeras, bahwa kasus ekstradisi akan diputuskan oleh pengadilan Hong Kong, dan bahwa jika uu tersebut tidak diberlakukan maka dikhawatirkan Hong Kong menjadi surga bagi para penjahat yang menghindari keadilan. (mb)