Sunday, 16 June 2019

Idul Fitri Bawa Rejeki Kepada Pedagang Rujak Bebeg

Rabu, 12 Juni 2019 — 6:13 WIB
Pedagang rujak bebeg keliling melayani konsumen

Pedagang rujak bebeg keliling melayani konsumen

PASCA-diterjang bencana tsunami akhir Desember 2019, lokasi wisata pantai di Provinsi Banten sempat sepi pengunjung. Kini lokasi tersebut sudah kembali dipadati wisatawan. Lebaran 2019 membawa berkah tersendiri bagi warga setempat, termasuk Subhi, pedagang rujak bebeg.

Seperti tak pernah terjadi bencana tsunami, wisatawan lokal maupun yang datang dari luar Banten, tumplek menghabiskan waktu libur Idul Fitri 1440 Hijriyah di semua pantai sepanjang Pantai Anyer hingga Sawarna di Kabupaten Lebak.

Ramainya wisatawan setelah hampir enam bulan mati suri, membawa berkah bagi warga setempat. Pengelola pantai terbuka, pengusaha rumah makan, pedagang busana bahkan pedagang keliling kini kembali dapat mengais rejeki. Mereka kembali bangkit setelah sebelumnya didera bencana dan ekonominya sempat terpuruk.

Salah satunya adalah Subhi, 35, pedagang rujak bebeg keliling yang biasa keluar masuk kampung. Pada saat momen liburan dia lebih memilih memikul dagangannya berjalan kaki menyisiri pantai-pantai yang ramai wisatawan.

“Diluar waktu liburan, biasa jualan keluar masuk kampung. Tapi kalau Sabtu, Minggu atau liburan, saya berjualan di pantai,” ungkap Subhi saat ditemui di Pantai Bandulu, baru-baru ini.

REZEKI MENGALIR

Warga Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang ini mengaku pendapatan berjualan rujak bebeg di pantai lebih banyak ketimbang keluar masuk kampung. Berbeda dengan di kampung, kata Subhi, makanan sejenis rujak lebih menjadi menu favorit karena bisa menyegarkan tubuh disaat kita berada dibawah teriknya matahari.

“Karena banyak pembeli, tentunya keuntungan pun lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Saya berharap kondisi pantai ramai terus biar bisa menafkahi keluarga,” ujarnya.

Rejeki yang didapat dari pengunjung pantai diharapkan bisa terus mengalir. Momen libur Lebaran membawa berkah baginya karena wisatawan yang datang cukup banyak. Bencana tsunami yang menerjang kawasan wisata Cinangka hingga Pantai Sumur di Kabupaten Pandeglang kini dampaknya sudah mulai berkurang.

“Faktanya pantai-pantai di Anyer tidak ada tsunami namun dampaknya seperti lokasi yang terkena bencana. Selama 5 bulan terpaksa saya harus bertahan hidup dengan kondisi cukup berat. Semoga berkah Idul Fitri menjadi awal kebangkitan pariwisata di Selat Sunda,” harapnya. (haryono/fs)