Wednesday, 19 June 2019

Pansel Sambangi Kejagung Dorong Jaksa Potensial Ikut Seleksi Capim KPK

Rabu, 12 Juni 2019 — 22:58 WIB
Pansel Calon Pimpinan KPK bersama Jaksa Agung HM Prasetyo. (ist)

Pansel Calon Pimpinan KPK bersama Jaksa Agung HM Prasetyo. (ist)

JAKARTA – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Jaksa Agung HM Prasetyo. Kedatangan mereka untuk mendorong adanya unsur Kejaksaan yang ikut dalam seleksi kandidat komisioner komisi antirasuah.

Ketua Pansel KPK, Yenti Garnasih, bersama 8 anggota Pansel KPK lainnya bertemu dengan Jaksa Agung HM Prasetyo dan jajarannya. Dalam pertemuan itu dibahas mengenai bakal calon pimpinan KPK yang diusung dari instansi Kejaksaan.

“Bagi kejaksaan ini (mengusulkan nama capim KPK-red) merupakan kepercayaan. Dan kami akan mengusulkan figur-figur terbaik untuk mengikuti seleksi capim KPK,” kataJaksa Agung Prasetyo kepada wartawan di Kejagung, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurut Prasetyo, ia sendiri belum bersedia mengungkapkan siapa saja jaksa-jaksa yang akan mengikuti seleksi capim KPK. “Pelan-pelanlah. Rupanya diam-diam bu Yenti sudah punya nama-nama juga, sudah men-sounding nama-nama jaksa,” kata Prasetyo.

Jaksa Agung menambahkan, dalam pertemuan dengan Pansel KPK itu juga dibahas sejumlah kriteria calon Komisioner KPK seperti kapabilitas, integritas, kredibilitas dan keberanian. “Itu semua akan di-tracking,” katanya.

Ketua Pansel KPK, Yenti Garnasih, menuturkan, pihaknya nanti akan mengumumkan kepada masyarakat seleksi calon pimpinan atau Komisioner KPK.

“Sesuai ketentuan undang-undang pimpinan KPK itu harus ada dari unsur masyarakat dan pemerintah. Nah, dari pemerintah itu ya dari kepolisian dan kejaksaan. Kalau tidak malah kami melanggar ketentuan itu,” papar Yeti.

“Di samping itu, kami juga akan menghubungi pihak-pihak yang kami anggap potensial,” kata Ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini.

Yenti menambahkan, Pansel KPK sendiri mulai melakukan seleksi pada 17 Juni hingga 4 Juli mendatang.

Seleksi itu sendiri menyangkut seleksi administrasi yang antara lain meliputi bahwa setidaknya calon pimpinan itu sudah berpengalaman minimal 15 tahun di bidang hukum dan ekonomi.

Setelah itu tes multiple choice pembuatan paper, assesment dan kesehatan. “Di samping itu, kami juga meminta masukan dari masyarakat tentang profil calon pimpinan KPK ini,” ujar Harkristuti Harkrisnowo, Anggota Pansel KPK. (adji/ys)