Sunday, 25 August 2019

Pasca-Lebaran Pegadaian jadi Solusi Keuangan

Rabu, 12 Juni 2019 — 7:27 WIB
Kantor Pegadaian di kawasan Meruya Selatan, Kembangan, Jakbar relatif sepi nasabah. (Rachmi)

Kantor Pegadaian di kawasan Meruya Selatan, Kembangan, Jakbar relatif sepi nasabah. (Rachmi)

JAKARTA – Berbeda dengan hari pertama usai cuti bersama selesai, kantor Pegadaian di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (11/6/2019) relatif sepi pengunjung.

Pasca-Lebaran, lazimnya nasabah menggadaikan emas perhiasan untuk biaya sekolah anak menjelang tahun ajaran 2019/2020 bulan depan. Terlebih harga emas di pasaran internasional sedang melesat, termasuk di dalam negeri.

“Mumpung harga emas sedang naik, saya gadaikan saja gelang emas ini. Anak bungsu saya mau mondok di pesantren di Bogor perlu biaya puluhan juta,” kata Lindawati, warga Kembangan saat disambangi di Pegadaian Kembangan, Selasa (11/6/2019).

Ibu empat anak ini mengaku tahun ini tidak mudik ke kampung halaman di Sumatera Barat karena sedang berhemat untuk biaya kuliah dan biaya sekolah putra-putrinya. Meski sang suami masih aktif bekerja di perusahaan swasta di Slipi, Jakbar.

Pegadaian lanjut Lindawati menjadi alternatif bagi dirinya sekeluarga manakala kepepet uang kontan untuk keperluan khusus. Ketimbang meminjam uang ke rentenir dengan bunga bisa mencapai 50 persen. Jika telat bayar cicilan, debt collector datang ke rumah dan memaksa segera bayar berikut bunga berlipat.

“Kapok dah saya berurusan ke rentenir. Mendingan saya ke Pegadaian, aman dan bunganya relatif rendah,” timpalnya getir.

Lain lagi pengalaman Iin,68. Warga Joglo, Jakbar ini mengaku hendak menebus emas perhiasannya berupa kalung seberat 10 gram setelah menerima sejumlah uang tunai dari ketiga anaknya.

“Alhamdulillah ada rezeki dari anak-anak saya, makanya saya ke sini untuk menebus kalung. Sudah kangen nih mau pakai kalung emas berikut liontinnya,” ujarnya senang.

Panji dari Pegadaian Meruya Selatan menjelaskan hingga Selasa (11/6/2019) nasabah yang datang ke kantor tersebut berkisar 30 orang yang didominasi untuk menggadaikan perhiasan. Sedangkan pada Senin (10/6/2019) pihaknya sejak pagi hingga pkl:15.00 melayani sekitar 100-an nasabah yang mengantri hingga ke teras dekat parkiran. Tujuannya sama untuk mendapatkan uang kontan sebagai biaya sekolah anak.

“Sudah seperti tradisi, hari pertama usai libur Lebaran kantor Pegadaian diserbu nasabah. Hari kedua dan seterusnya nasabah jauh berkurang,” kata Panji.

Seperti tradisi pula setiap jelang Lebaran, kaum ibu rumah tangga menebus emas perhiasannya untuk bisa bergaya saat berkumpul bersama keluarga. Sebaliknya pasca lebaran, giliran sebagian masyarakat menggadaikan asetnya karena paceklik usai mudik, dan terutama untuk biaya pendidikan anak jelang masuk sekolah pada tahun ajaran baru. (Rachmi/b)