Sunday, 16 June 2019

Pelaku Pengancam Jokowi dan Ledakkan Asrama Brimob Kelapa Dua Ditangkap

Rabu, 12 Juni 2019 — 14:27 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra .(cw2)

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra .(cw2)

JAKARTA – Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri menangkap satu pelaku, YY (31), yang diduga mengancam Presiden Joko Widodo melalui grup WhatsApp, bernama ‘Silahturahmi’.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menjelaskan, YY ditangkap di daerah Tapos, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/6/2019).

YY ditangkap pasca menyerukan ancaman terhadap Jokowi dan menyebarkan informasi kalau akan ada ledakan bom di Asrama Brimob Polri Kelapa Dua.

“Direktorat Siber Bareskrim ini telah menangkap satu orang pelaku yang menyebarkan berita mengandung unsur kebencian, dengan judul mengancam kepada Pak Jokowi, dan juga mengancam ingin meledakan asrama yang ada di Kelapa Dua Depok,” ujar Asep di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

“YY ini (ditangkap) karena dia telah memposting berita itu di grup WhatsApp,” lanjutnya.

Namun ternyata, tersangka YY tak hanya melakukan pengancaman saja, pria berusia 31 tahun itu turut mendatangi Rumah Aspirasi dan salah satu posko medis Paslon nomor 01 yang berlokasi di Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat. Namun kedatangannya tersebut bukan sebagai relawan dari Paslon 01, melainkan pendukung Paslon lainnya.

“(YY) dikenakan undang-undang ITE, KUHP dan juga undang-undang terorisme karena tadi ada pengancaman terhadap kesatuan kepolisian,” seru Asep.

Atas perbuatan tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 29 Jo Pasal 45 B UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan/atau denda paling bayak 750.000.000, dan atau Pasal 6 atau pasal 12 A atau Pasal 14 UU No. 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas UU No. 15 tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No. 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan TP terorisme menjadi UU dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara. (cw2/tri)