Wednesday, 19 June 2019

Pelatih Kaget Mayoritas Pemain Basket Pelatnas SEA Games 2019 Kegendutan

Rabu, 12 Juni 2019 — 21:10 WIB
Pelatih Timnas bola basket putra Indonesia, Wahyu Widayat Jati. (ist/ibl)

Pelatih Timnas bola basket putra Indonesia, Wahyu Widayat Jati. (ist/ibl)

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) telah menggelar seleknas untuk Timnas bola basket putra proyeksi SEA Games 2019 di GOR Soemantri Kuningan, Jakarta Selatan, sejak Senin (10/6/2019) kemarin. Namun hingga hari ketiga seleksi, kondisi para atlet jauh di bawah performa.

Hal itu diungkapkan pelatih Timnas bola basket putra Indonesia, Wahyu Widayat Jati. Menurutnya, dari 15 pemain plus satu pemain muda berusia 16 tahun, Derick Michael, sebagian besar pemain kelebihan berat badan.

“Mungkin karena kebanyakan liburan, saya terkejut standar pemain Timnas banyak yang tidak sesuai harapan. Pertama mereka over weight, kedua secara strenght mereka jauh sekali,” kata Wahyu saat ditemui usai latihan di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Ia menambahkan, ada 5-6 pemain mengalami peningkatan berat badan lebih dari 5 kilogram. “Saya juga kaget pemain nasional bisa kelewatan. Artinya mereka makan tidur saja selama liburan. Padahal, sejak surat pemanggilan diberikan bulan lalu, saya sudah kasih tahu, begitu masuk hari pertama kami akan ada tes untuk melihat seberapa bugar dan siap mereka mengikuti seleksi,” lanjutnya menyoroti Kaleb Ramot Gemilang, Yanuar Dwi Prasmono, dan Tri Hartanto.

Wahyu pun menyayangkan sikap indisipliner pemain. Dengan kata lain, dia harus melakukan penyesuaian lagi untuk membuat pemainnya lebih siap. Apalagi timnya akan melakukan ujicoba di ajang William Jones Cup 2019, bulan Juli nanti.

“Kalau saya geber latihan berat malah hancur badan, jadi banyak penyesuaian. Bisa tiga sampai lima kali latihan untuk penyesuaian baru geber latihan maksimalnya,” ungkapnya.

Selain masalah kelebihan berat badan, Wahyu juga mengganti dua pemain andalannya lantaran mengalami cedera. Mereka adalah Adhi Pratama Putra dan Arki Dikania Wisnu. Dari pemeriksaan dokter, diketahui Adhi mengalami cedera lutut sementara Arki merasakan nyeri di bagian telapak kaki.

“Mereka diganti Tri Hartanto dan David Nubuan. Tapi saya juga minta Adhi dan Arki tetap menjaga kondisi di masa penyembuhan,” kata Wahyu.

Menurut dia, proses penyembuhan cedera yang dialami Adhi dan Arki masing-masing diperkirakan berjalan selama tiga pekan dan dua bulan. Wahyu mengatakan kedua pemain bisa mendapatkan kembali posisinya di Timnas selama bisa memenuhi harapan tim pelatih.

“Kami prinsipnya ada promosi degradasi. Kalau ada yang lebih baik kami panggil, sampai entry by name SEA Games (2019),” tuntas pelatih yang akrab disapa Cacing tersebut. (junius/ys)