Saturday, 17 August 2019

Ketua KPU: Jangan Selesaikan Persoalan di Jalanan

Kamis, 13 Juni 2019 — 13:29 WIB
Kerusuhan 22 Mei 2019 di depan Bawaslu, Jakarta Pusat.

Kerusuhan 22 Mei 2019 di depan Bawaslu, Jakarta Pusat.

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, berharap tidak ada aksi massa terkait dengan hasil penyelenggaraan Pemilu 2019. Menurutnya, semua persoalan terkait Pemilu sudah disediakan ruang tersendiri oleh undang-undang. Dia pun menilai pelaksanaan Pemilu 2019 semakin baik dari penyelenggaraan sebelumnya.

“Saya selalu mengatakan begini kepada semua pihak ya, pemilu kita baik tahapan pelaksanaannya maupun regulasinya sebetulnya sudah semakin baik. Semua hal yang memungkinkan semua orang yang kecewa, marah kemudian mengajukan sengketa itu ruangnya sudah disediakan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Dia menjelaskan Bawaslu terbuka bagi pengaduan terkait dugaan pelanggaran administrasi oleh KPU. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum atau biasa (DKPP) juga menerima laporan terkait dengan sikap Ketua dan anggota KPU yang dianggap tidak netral.

Bagi yang tidak menerima hasil Pemilu, imbuhnya, Mahkamah Konstitusi juga menerima gugatan tersebut. Dengan tersedianya ruang itu, Arief menanggap tidak tepat jika persoalan Pemilu diselesaikan di ‘jalanan’.

“Jadi karena ruangnya sudah disediakan oleh UU maka saya ingin mengingatkan, jangan lagi menyelesaikan persoalan di jalanan gitu lho. Karena ruang untuk menyelesaikan persoalan sudah disediakan oleh UU,” tegasnya.

Arief menandaskan aksi massa terkait hasil Pemilu tidak akan mengubah hasil yang ditetapkan KPU. Bahkan hal itu justru akan menimbulkan persoalan baru.

“Jadi menyelesaikan persoalan dijalanan menurut sya tidak menyelesaikan persoalan gitu lho. Dia tidak akan mengubah apa pun, karena menyelesaikan persolan hakikatnya diselesaikan di ruang-ruang tadi,” tutup Arief. (ikbal/yp)