Wednesday, 26 June 2019

Ketua KPU Mengaku Sering Mendapat Ancaman

Kamis, 13 Juni 2019 — 12:19 WIB
Arief Budiman, Ketua Komisi Pemilihan Umum. (ikbal)

Arief Budiman, Ketua Komisi Pemilihan Umum. (ikbal)

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman, mengaku kerap mendapatkan ancaman. Teror itu berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019 itu didapatkan melalui pesan singkat.

Menyikapi ancaman itu, Arief menilai hal itu lumrah terjadi. Menurutnya wajar jika ada pihak yang marah dengan hasil Pemilu 2019.

“Iya, biasa saja. Iya ada. Iya tapi kan biasa aja, ada orang yang kecewa, marah kan tinggal bagaimana kita merespon itu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/4/2019).

Dia menambahkan ancaman yang diterimanya kali ini lebih masif jika dibandingkan pada 2014 lalu. Terbukanya media sosial juga menjadi andil semua pihak bisa menyuarakan kekecewaannya.

“Menurut saya sih sama ya. Kualitas ancamannya, kualitas tekanannya. Tapi kalo sekarang kan lebih massif di media sosial. Jadi tiap hari ya bukan hanya ratusan, tapi mungkin bisa ribuan yang keberatan, mencaci maki, mengolok-olok sekalipun ada juga yang memback up, banyak yang menyanjung, berterima kasih, tapi bagi saya, saya perlakukan biasa saja,” jelasnya.

Arief mengaku cacian yang diterimanya sebagai saran introspeksi diri. “Terhadap olok-olok, caci maki, saya menjadikan sarana untuk mengoreksi diri saya, jangan-jangan ada yang salah, jangan-jangan. Tapi untuk yang menyanjung biasa saja. Itu justeru membuat saya harus lebih waspada tidak terbuai dgn sanjungan,” pungkasnya. (ikbal/yp)