Wednesday, 19 June 2019

Paket Sabu Dibungkus Plastik Teh Cina dan Dimasukkan ke Ember Cat Gagal Diselundupkan

Kamis, 13 Juni 2019 — 17:47 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019). (cw2)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019). (cw2)

JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok mengamankan paket beri 9,294 gram narkotika jenis sabu. Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman barang via laut.

Adapun modus operandinya , yakni paket dibungkus plastik teh Cina yang dimasukkan ke dalam ember cat bermerk Tompon, dan sisanya disimpan kedalam adaptor charger.

“Secara kasat mata tidak tahu kalau di dalamnya narkoba jenis sabu. Jadi orang tidak mengetahui. Jadi kasat mata kita tidak melihat (di dalamnya berisi sabu),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, (13/6/2019).

Barang bukti narkotika jenis sabu dimasukkan kedalam adaptor charge. (cw2)

Barang bukti narkotika jenis sabu dimasukkan kedalam adaptor charge. (cw2)

Adapun pengungkapan paket narkotika jenis sabu itu berawal dari informasi KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok pada Selasa (9/5/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, terkait paket mencurigakan. Setelah itu, pihak KPU Bea dan Cukai pun menginformasikan hal tersebut kepada tim Ditres Narkoba perihal paket tersebut.

Tim yang tiba di Kantor Bea dan Cukai langsung melakukan pengecekan terhadap paket yang dimaksud. Begitu paket itu diperiksa dengan menggunakan sinar x-ray, terungkap bahwa paket itu berisikan narkotika jenis sabu.

Terkait penerima dari paket tersebut hingga kini masih dalam pengejaran. Namun berdasarkan kererangan tertulis, terduga pelaku tersebut ialah seorang berinisial AS.

“Masih dalam proses penyelidikan guna menemukan siapa jaringan pengirim narkoba tersebut,” tandasnya. (cw2/b)