Wednesday, 19 June 2019

Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf Yakin Bisa Patahkan Gugatan Prabowo- Sandi

Kamis, 13 Juni 2019 — 18:38 WIB
Wayan Sudirta kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf  Wayan Sudirta

Wayan Sudirta kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Wayan Sudirta

JAKARTA – Tim hukum Joko Widodo – Ma’ruf Amin heran dengan materi permohonan gugatan yang disampaikan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Anggota tim hukum, I Wayan Sudirta mengaku heran dengan gugatan tersebut karena tidak mencantumkan jumlah perolehan suara Prabowo – Sandi.

“Tidak mengatakan permohonannya jelek tapi itu sangat aneh. Pertama kali saya menemukan permohonan yang berkaitan dengan sengketa pilpres tidak mencantumkan suara berapa yang dia punya,” ujarnya di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Wayan menilai tidak adanya angka perolehan suara pada materi gugatan dapat menggugurkan gugatan. Menurutnya sesuai peraturan MK, gugatan Prabowo – Sandi dapat diputus niet ontvankelijke verklaard (NO). Diketahui putusan NO adalah putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil.

“Kok masalah angka-angka kok gak dicantumkan dalam permohonan, lihat saja pasal 51 PMK. Itu bisa NO kalau gak mencantumkan angka-angka,” tandasnya.

“Lihat pasal 51 memberikan kemungkinan sebuah permohonan menjadi NO apabila tidak memenuhi syarat pasal 3 ayat 1. Tidak memnuhi pasal 5 pasal 6 pasal 8 ayat 4. Permohonan dari pemohon tidak memenuhi pasal 6 ayat 1 karena mereka menyerahkan cuma 1 rangkap. Padahal harusnya 12 rangkap, dalam ayat 4 seharusnya pokok permohonan mengenai perselisihan harus ada, di permohonan permohon tidak ada. Fatal, keanehan yang sangat fatal,” jelas dia.

Sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 akan dilaksanakan Jumat (14/6/2019) pukul 09:00. Pada sidang perdana pemohon akan diberi kesempatan menjelaskan pokok-pokok permohonan. (ikbal/b)