Monday, 22 July 2019

Terkait Sidang di MK, Polres Serang Gelar Razia di Gerbang Tol

Sabtu, 15 Juni 2019 — 5:16 WIB
Suasana razia yang digelar Polres Serang

Suasana razia yang digelar Polres Serang

SERANG -Kepolisian Resort Serang, Polda Banten, Jumat (14/6/2019) malam, menggelar operasi cipta kondisi terkait sidang sengketa Pemilu Serentak 2019 yang dilaksanakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) . Operasi dilakukan di dua titik yaitu sekitar Gerbang Tol Ciujung dan Cikande.

Operasi itu bertujuan mengantisipasi pengerahan massa serta masuknya barang-barang berbahaya, termasuk diantaranya bahan peledak ke Jakarta. Sasarannya operasi yaitu kendaraan boks dan minibus serta kendaraan lainnya yang mengarah ke Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan wujud operasi rutin kepolisian. Maksud dan tujuan adalah menjaga kondisi kamtibmas serta meminimalisasir pergerakan massa yang akan berangkat ke Jakarta jelang putusan sengketa pilpres di MK,” kata Kapolres Serang, AKBP Indra Gunawan kepada poskotanews.com.

Kapolres menjelaskan sebagai daerah penyangga Ibukota Negara, Kabupaten Serang memiliki potensi kerawanan kamtibmas yang cukup tinggi. Oleh karenanya, operasi cipta kondisi ini akan dilaksanakan hingga menjelang putusan sidang MK pada 28 Juni mendatang.

“Alhamdulillah, sepanjang dilaksanakan operasi, pihaknya tidak menemukan barang-barang yang dilarang maupun pergerakan massa ke Jakarta,” kata Kapolres.

Dalam kesempatan itu, Kapolres berharap masyarakat tidak berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa di Gedung MK. Kapolres mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk membimbing masyarakat agar menghormati langkah konstitusional dalam menyelesaikan sengketa pemilu, menghindari aksi massa, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Indra Gunawan juga meminta kepada kepada masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap berita-berita hoaks yang dapat mengganggu kamtibmas di wilayah setempat. Jika menemukan berita hoax, Kapolres berharap agar segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kita dari kepolisian berharap kerjasama tokoh agama dan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak percaya terhadap berita-berita yang tidak sumbernya yang dapat mengganggu kamtibmas. Jika ada yang menemukan, segera laporkan ke pihak berwajib,” pintanya. (haryono)