Monday, 22 July 2019

Diproduksi Sejak 1946

Wingko Babat Semarang Yang Melegenda

Minggu, 16 Juni 2019 — 11:48 WIB
Wingko Babat Semarang.(suatmadji)

Wingko Babat Semarang.(suatmadji)

SEMARANG –  Wingko Babat adalah jenis makanan khas Semarang yang hingga kini tak lekang zaman . Belum lengkap rasanya, bila wisata ke Semarang tanpa membawa oleh-oleh ini.

Bahkan dalam perkembangannya jenis makanan yang terbuat dari kelapa dan ketan ini makin melegenda dan banyak disukai oleh masyarakat .

Wingko Babat bahkn mampu menjadi ciri khas oleh-oleh kota Semarang disamping makanan lain seperti lumpia dan bandeng presto .
Tiga jenis makanan ini mampu menjadi brand oleh-oleh khas Semarang . Semuanya enak dan menggoyang lidah, namun rasa manis dan legitnya wingko babat bikin orang ketagihan.

Wingko babat, makanan berbentuk bulat berbahan dasar kelapa dan tepung ketan ini termasuk makanan tradisional Indonesia. Rasa manis bercampur legit membuat makanan ini selalu menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menjadikannya sebagai buah tangan.

Proses pembuatannya yang alami membuat wingko babat hanya bertahan maksimal 4 hari.

Menikmati makanan tradisional tak lengkap rasanya tanpa mengetahui asal usul dan sejarahnya. Menurut Sugito, pemilik rumah produksi Wingko Babat di Kawasan Merbau Raya , Banyumanik Semarang , cikal bakal wingko babat berasal dari seorang perempuan bernama Loe Lan Hwa.

‘Pada tahun 1944, Loe Lan Hwa bersama suami dan dua anaknya mengungsi dari kota Babat yang sedang dilanda perang huru-hara ke Kota Semarang.

Di tahun 1946, Loe Lan Hwa dibantu suaminya mulai membuat wingko dan menjualnya dari rumah ke rumah. Ia juga menitipkan wingko buatannya di sebuah kios di stasiun Tawang Mangu Semarang. Tiap kali ada kereta berhenti, petugas kios akan menjajakan wingko babat pada penumpang kereta.

Di luar dugaan, rupanya kue wingko buatan Loe Lan Hwa digemari warga Semarang dan para penumpang kereta api. Untuk mengenang kota tempat Loe Lan Hwa dibesarkan yakni kota Babat di Lamongan Jawa Timur, ia pun memberi nama kue wingko buatannya dengan Wingko Babat.

Wingko Babat yang menjadi ciri khas jajanan oleh-oleh kota Semarang ini selalu menjadi buruan para wisatawan . Oleh-oleh khas Semarang ini mudah didapatkan karena tersedia di bandara , stasiun kereta api, terminal dan juga di pusat oleh-oleh di jalan Pandanaran Semarang. Konon menurut sejumlah wisatawan yang masuk kota Semarang , jajanan Wingko Babat sangat cocok untuk menemani minum teh di pagi hari .

Di Semarang memang terdapat banyak produk makanan jenis wingko . Banyak produk makanan ini dari berbagai merk .Tetapi hanya satu yang melegenda yakni produk Wingko Babat bergambar kereta api . Penjualan wingko babat cukup sederhana dengan memakai sistem paket yakni satu paket berisi 20 biji wingko .

Sedangkan harganya memang ditentukan oleh jenis rasanya . Untuk Wingko rasa durian harganya relatif lebih mahal dibanding rasa nangka atau rasa lainnya . Namun para wisatawan banyak mencari wingko dalam paket rasa campuran sebagai solusi hemat . Untuk satu paket wingko rasa campuran dijual dengan harga Rp54 ribu rupiah . Tetapi harga tersebut bisa berubah setiap saat , ungkap Sugito. ( Suatmadji/tri )