Monday, 22 July 2019

Empat Pelindo Terapkan Sistem Pembayaran Jasa Kepelabuhanan Terintegrasi

Senin, 17 Juni 2019 — 7:09 WIB
pelindo III

JAKARTA – Empat BUMN operator pelabuhan,yaitu PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV mengembangkan Integrated Billing System (IBS) atau sistem pembayaran jasa kepelabuhanan yang terintegrasi secara nasional.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung mengatakan sebelumnya masing-masing Pelindo memiliki sistem pembayaran sendiri-sendiri yang berlaku sesuai wilayah kerjanya masing-masing.

Namun Menteri BUMN telah memberikan arahan kepada agar keempat Pelindo bersinergi menyusun dan menerapkan sistem pembayaran tarif jasa kepelabuhanan berbasis elektronik (single billing) yang terintegrasi secara nasional.

pelindo

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung

Untuk itu Doso Agung bersama direksi Pelindo I, II dan IV telah mengumpulkan sejumlah asosiasi pemakai jasa pelabuhan guna mensosialisasikan IBS Nasional yang dihadiri pula Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto, Direktur Keuangan Pelindo III Iman Rachman, serta jajaran direksi Pelindo lainnya.

Dikatakan Doso, dengan kemajuan teknologi dan jaringan internet telah mampu mengeliminasi keterbatasan pertemuan fisik dan waktu dalam memberikan pelayanan jasa yang prima.

“Standarisasi ini membuat proses bisnis berjalan lebih simple dan terukur, sehingga dapat tercapai efisiensi yang diharapkan akan berimbas positif untuk menekan biaya logistik nasional,” jelas Doso Agung.

Ditegaskannya, Pelindo III sendiri sudah mengimplementasikan single portal IBS yang memiliki layanan, yaitu e-registration, e-booking, e-tracking, e-payment, e-invoice, e-billing, dan e-care sejak akhir tahun 2016 dan telah terintegrasi dengan Inaportnet milik Kementerian Perhubungan. “Semuanya itu telah mencakup seluruh tahap layanan yang dibutuhkan pengguna jasa pelabuhan dalam satu portal digital,” ujarnya.

Setahun kemudian pada 2017 mulai diterapkan di pelabuhan lainnya di wilayah kerja Pelindo III. Lalu pada tahun 2018 lalu telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Perdagangan Antarpulau (SIPAP) milik Kementerian Perdagangan.

Bahkan di ajang Forum Teknologi Informasi (Forti) Kementerian BUMN Awards 2018 lalu Pelindo III memperoleh dua penghargaan dan menempati peringkat keempat untuk kategori IT Governance Awards 2018 dengan nilai maturity level teknologi yang di atas 3. Pada ajang tersebut Pelindo III juga menjadi satu-satunya BUMN sektor maritim yang meraih penghargaan Forti BUMN 2018.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menambahkan pengguna jasa kepelabuhanan nantinya cukup mengatur kebutuhannya secara online melalui aplikasi dalam telepon genggam dengan 3 layanan utama, yaitu e-booking untuk memesan layanan, e-billing untuk mengakses tagihan, dan e-payment untuk membayar secara online.

Pada fase awal dari kerja sama tersebut masing-masing Pelindo akan menunjuk 1 terminal peti kemas yang akan diintegrasikan, yaitu TPKD Belawan milik Pelindo I, TP 2 Priok milik Pelindo II, TPK Banjarmasin milik Pelindo III, dan TP Tarakan milik Pelindo IV.

“Di tahap awal akan fokus pada segmen peti kemas dengan formulir yang telah terstandarisasi untuk proses receiving dan delivery peti kemas. Nantinya setelah lancar akan terus dikembangkan pada pelabuhan lain dan komoditas kargo lainnya,” ungkapnya optimis.

Deputi Bidang Usaha Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah berpesan antara pelindo harus saling bekerjasama untuk mengembangkan collective value.

“IBS merupakan bagian dari rencana besar negara membuat pelabuhan berkembang berbasis ekosistem. Sehingga kebutuhan apapun untuk lalu lintas barang jasa melalui pelabuhan langsung terintegrasi dengan sistem perekonomian di wilayah tersebut,” katanya. (dwi)