Thursday, 22 August 2019

Jumlah Sumur Warga yang Kering Diduga Akibat Proyek Tol Desari Bertambah

Senin, 17 Juni 2019 — 19:34 WIB
Lurah Grogol Danudi Amin didampingi warga RT 04/02 saat melihat langsung sumur warga yang kekeringan akibat proyek Jalan Tol Desari.  (anton)

Lurah Grogol Danudi Amin didampingi warga RT 04/02 saat melihat langsung sumur warga yang kekeringan akibat proyek Jalan Tol Desari. (anton)

DEPOK  – Sumur warga di RW 02, Kelurahan  Grogol,  Kecamatan Limo, Depok,  yang kekeringan atau susut diduga karena terdampak proyek Jalan Tol Depok – Antasari (Desari),  bertambah menjadi 40 rumah setelah sebelumnya hanya 20 rumah.

“Hasil pengecekan lapangan dan survai jajaran kelurahan, sumur warga yang kekeringan diduga dampak proyek Jalan Tol Desari semakin banyak bertambah, ” kata Lurah Grogol,  Danudi Amin usai mengecek sejumlah sumur warga di RW 02, Senin (17/6/2019).

Menurut dia, sebelumnya ada sekitar 20 warga RW 02 yang mengeluhkan dan minta perhatian pihak Kelurahan Grogol karena sumurnya kekeringan diduga akibat proyek Jalan Tol Desari. Setelah ada keluhan warga itu dari pihak kelurahan kemudian dilakukan pengecekan serta pendataan di lapangan.

Saat meninjau ke lapangan,  ungkapnya,  ternyata sumur warga yang kekeringan akibat dampak proyek Jalan Tol Desari sebanyak 40 rumah di RT 03,04 dan 05 RW 02  jadi ada penambahan 20 rumah yang sumurnya kekeringan.

“Jumlah itu tentunya bisa saja bertambah melihat kondisi proyek yang sebagian besar menghilangkan empang,  kantong air atau mata air yang selama ini ada di kawasan tersebut, ” ujarnya.

Melihat hal itu,  Danudi Amin,  Lurah Grogol,  mengatakan secepatnya mengirim surat kepada kontraktor pembuat Jalan Tol Desari untuk mencari solusi atas permasalahan sehingga masalah kekeringan sumur dapat diatasi secepatnya.

“Kami belum tahu, bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini, apakah pihak kontraktor harus mensuplai air bersih untuk keperluan MCK warga atau ada solusi lain, nanti dibicarakan dengan pihak kontraktor, ” katanya.

Di tempat terpisah,  perwakilan dari kontraktor Tol Desari, Ruhimat, mengaku sempat mendatangi lokasi permukiman warga terdampak pembangunan tol mengaku siap untuk bertanggung jawab guna mengatasi masalah ini.

“Pada prinsipnya perusahaan siap bertanggung jawab untuk mengatasi masalah ini, tapi memang harus ada laporan resmi dari perwakilan warga dan aparatur pemerintahan untuk diajukan ke perusahaan Kontraktor, ” ujarnya.

Sedangkan,  Ari, warga RT 04/02, Kel. Grogol,  mengakui hampir sebagian sumur warga yang berbatasan dengan proyek Jalan Tol Desari kekeringan akibat sumber mata air hilang terkena proyek jalan tol.

“Hampir sebagian besar sumber mata air maupun kantong air yang ada hilang akibat pengalian pondasi kontruksi jalan tol, ” ujarnya yang berharap secepatnya ada solusi penangganan sumur warga yang kekeringan.  (anton/win)