Saturday, 20 July 2019

Mantan Kapten Timnas Prancis Michel Platini Ditahan Polisi

Selasa, 18 Juni 2019 — 22:00 WIB
Platini memimpin organisasi sepak bola Eropa (UEFA) mulai 2007 hingga 2015.

Platini memimpin organisasi sepak bola Eropa (UEFA) mulai 2007 hingga 2015.

PRANCIS– Mantan presiden organisasi sepak bola Eropa (UEFA) dan kapten tim nasional Prancis, Michel Platini, ditangkap polisi dan menjalani pemeriksaan terkait keputusan menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Platini ditahan di Nanterre, di pinggiran ibu kota Prancis, Paris, pada Selasa (18/06).

Platini menjadi Presiden UEFA hingga 2015 ketika ia dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran etika. Platini disebut-sebut “menerima pembayaran £1,3 juta (sekitar Rp23,3 miliar)” dari Sepp Blatter, yang pernah menjadi presiden organisasi sepak bola dunia (FIFA).

Dalam berbagai kesempatan, baik Platini maupun Blatter, menyatakan tak bersalah.

Keputusan organisasi sepak bola dunia (FIFA) menunjuk Qatar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia dinilai kontroversial karena secara iklim negara ini dianggap tidak cocok menggelar perhelatan turnamen sepak bola kelas dunia.

Selain itu, banyak pihak yang prihatin dengan catatan hak asasi manusia di negara tersebut dan klaim korupsi dalam proses pencalonan dan penetapan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Qatar menyingkirkan Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan dan Jepang dalam bursa pemilihan tuan rumah Piala Dunia pada 2010.

Aparat penegak hukum dalam dua tahun terakhir menyelidiki dugaan korupsi yang terkait dengan keputusan FIFA menunjuk Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dilaporkan, Sepp Blatter, menjalani pemeriksaan pada 2017.

Blatter menegaskan tidak ada yang dilanggar dalam menunjuk Rusia dan Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia.

Qatar juga pernah menjalani pemeriksan, tapi oleh FIFA, setelah melakukan penyelidikan selama dua tahun, diputuskan tak bersalah.(BBC)