Monday, 22 July 2019

Tiga Guru Cabuli Tiga Murid di Ruang Laboratorium Ditangkap

Selasa, 18 Juni 2019 — 23:30 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SERANG – Satuan Reskrim Polres Serang mengamankan tiga oknum guru sekolah menengah di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, berinisial MO, AD dan SA setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan ketiga siswinya, Selasa (18/6/2019). Kini ketiganya tengah diperiksadi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) secara tertutup dan terpisah.

Kasatreskrim Polres Serang AKP David Candra Babega membenarkan jika pihaknya sudah menetapkan ketiganya sebagai tersangka dan sudah ditangkap Selasa (18/6/2019) dini hari. Ketiganya ditangkap di rumahnya masing-masing di wilayah Cikeusal.

“Sudah kita amankan, sedang dalam pemeriksaan dan pendalaman. Ketiganya sudah jadi tersangka,” kata Kasat.

Menurut David, penyidik masih melakukan pendalaman atas perbuatan ketiga pelaku terhadap ketiga anak didiknya tersebut. Apalagi, pelaku dan korban di kabarkan memiliki hubungan selan guru dan murid. “Nanti kita kembangkan, dugaan sih ada (perbuatan pelaku kepada korban sering dilakukan),” ujarnya.

Lebih lanjut, David menjelaskan penetapan tersangka dan penahanan yang dilakukan oleh kepolisian, karena pihaknya menilai kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pelaku sudah memenuhi unsur dan penyidik sudah memiliki alat bukti yang cukup kuat. “Bukti visum sudah ada, keterangan saksi-saksi juga sudah dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten, Uut Lutfi mendesak kepolsian untuk membongkar kasus tersebut hingga tuntas. Sebab pihaknya menduga ada korban-korban lain di sekolah tersebut.

“Kami juga meminta kepolisian untuk menjerat pelaku dengan Undang-Undang Perlindungan anak, dengan begitu terduga pelaku yang juga guru para korban hukumannya bisa di perberat. Seharusnya guru itu mengayomi bukan melakukan tindakan asusila,” katanya.

Seperti diberitakan, Sabtu (15/3/2019) sekira pukul 10.00 WIB, korban Bunga diajak dua temannya Indah dan Titin (bukan nama sebenarnya) untuk jajan di kantin sekolah. Namun dalam perjalanan, Indah dan Titin malah masuk ke dalam ruangan labolatorium komputer sambil mengajak Bunga.

Didalam sana, ternyata ketiga oknum guru MO, AD dan SA sudah berada di dalam ruangan menunggu kehadirkan ketiga anak didiknya tersebut. Ketiga guru itu berpura-pura membahas persoalan mata pelajaran. Namun setelah beberapa menit berbincang, Indah diajak oleh AD mencari posisi untuk melakukan persetubuhan.

Begitupula dengan Titin, bersama dengan SA mencari tempat melakukan hubungan seksual di dalam lab komputer. Sementara, Bunga sempat menolak ajakan MO, namun MO memaksa korban dengan cara menarik tangan korban dan memaksa membuka pakaian dalam bunga, hingga terjadi persetubuhan. (haryono/b)