Monday, 22 July 2019

Demi Anak, Apapun Dipertaruhkan

Rabu, 19 Juni 2019 — 7:30 WIB
anak

SUATU hari rumah sakit di Amerika dibikin heboh. Seorang lelaki menyandera semua penghuni, dokter, paramedis, pasien termasuk keluarga-keluarganya.

Bayangkan penghuni rumah sakit disandera. Apa jadinya? Ya, tapi si lelaki penyandera dengan berbekal sepucuk pistol tidaklah bertindak brutal. Misalnya mengancam atau menembak satu persatu sanderanya. Tidak ! Lelaki itu justru memberi leluasa pada paramedis dan dokter untuk menangani semua pasien yang membutuhkan pertolongan di dalam rumah sakit tersebut.

Apa yang dicari si penyandera, sampai nekat begitu? Yaa, dia adalah seorang ayah yang kecewa karena anaknya yang terbaring lemah di rumah sakit tersebut tidak mendapat jatah donor jantung dari lembaga pendonor, dengan bebagai alasan yang tidak masuk akal. Bisa jadi karena dia adalah orang pinggiran, miskin yang tidak diperhitungkan.

Begitulah, perbuatan si ayah ini justru mendapat dukungan yang luar biasa. Itu jelas terlihat dalam satu adegan ketika si pelaku menampakkan diri di depan pintu gerbag RS, sementara puluhan moncong senjata api tertuju pada dirinya. Tapi si lelaki tak gentar yang bikin terharu adalah ketika ratusan masyarakat bertepuk tangan mendukung si ayah. Luar biasa, sampai para polisi pun tak berkutik.

Inilah kisah nyata yang menggugah bagaimana seorang ayah berjuang dengan taruhan nyawa demi memperjuangkan anaknya yang sekarat agar mendapat pengobatan semestinya seperti warga berkelas lainnya. Inilah yang disebut kasih sayang orang tua terhadap anak.

Sementara ada sebagian orang tua yang menyia-nyiakan anaknya, KDRT yang meyakitkan sampai anak harus menderita sakit dan meninggal. Bahkan anak mendapat perlakuan kekerasan seksual dan masih banyak lagi. Sampai pada penjualan orang. Orang tua yang kayak begini, kayaknya nggak pantas disebut orang tua. Mereka ini penjahat, yang tak punya harti nurani. -massoes