Tuesday, 23 July 2019

Minimnya jumlah SMA/SMK di Depok Picu Kesemrawutan PPDB tahun 2019

Rabu, 19 Juni 2019 — 12:03 WIB
Kepala KCD Jawa Barat Wilayah II Bogor,  Dadang Ruhiyat didampingi Kepsek SMK N 2 Depok Tatang Komarudin saat melihat langsung kegiatan PPDB tahun 2019. (anton)

Kepala KCD Jawa Barat Wilayah II Bogor, Dadang Ruhiyat didampingi Kepsek SMK N 2 Depok Tatang Komarudin saat melihat langsung kegiatan PPDB tahun 2019. (anton)

 DEPOK –  Minimnya jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA)  dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kota Depok menjadi pemicu semrawutnya penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

“Selain jumlah bangku di SMA dan SMK yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP masalah minimnya jumlah sekolah juga menjadi pemicu semrawutnya kegiatan PPDB tahun 2019 di Kota Depok, ” kata Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD)

Pendidikan Jawa Barat Wilayah II Bogor,  Dadang Ruhiyat didampingi Kepala SMK N 2 Depok Tatang Komarudin saat meninjau PPDB di SMK N 2 Depok,  Rabu (19/6/2919).

Menurutnya,  jumlah lulusan SMP mencapai 27.320 orang atau siswa dan yang dapat ditampung di SMA/SMK Negeri total 5.406 lulusan terdiri dari SMA 3.858 orang serta SMK sebanyak 1.548 siswa.

“Mereka harus berebut masuk di 17 sekolah yang tersebar di 11 kecamatan.  Kondisi ini membuat PPDB di Kota Depok paling semrawur dibandingkan kota perbatasan DKI Jakarta termasuk di Jawa Barat,” ujarnya.

Kalau dulu, lanjutnya,  orang tua yang melihat NEM anaknya tidak mampu masuk sekolah favorit  tentunya mencari sekolah lain yang terdekat tapi sekarang karena sistem zonasi semua berebut masuk tidak hanya di kecamatan terdekat tapi kecamatan yang jauh juga mencoba mendaftar jadi antrean bisa mencapai ribuan orang.

Melihat kondisi itu,  imbuh dia,  dirinya memang sudah menyampaikan masalah tersebut ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil, terkait  PPDB di Kota Depok yang lebih disebabkan minimnya sekolah yang dituju.

“Kami memang tengah mendorong agar dibangun baru SMA/SMK baru di Depok, ” katanya.

Sementara itu,  Kepsek SMK N 2 Depok Tatang Komarudin,  mengatakan untuk di sekolahnya kegiatan PPDB tahun 2019 berjalan aman dan lancar.  Untuk menghindari antrean pendaftaran setiap hari dibatasi hanya 200 orang pendaftar mulai 17 hingga 22 Juni 2019.

Ada lima jurusan di SMK N 2 yang dibuka untuk siswa baru. Setelah mendaftar,  siswa atau orang tua murid dapat melihat secara on line penerimaan siswa tersebut.  “Tiga hari ini saja sudah hampir 700 orang mendaftar masuk ke SMK N 2 Depok, ” ujarnya.  (anton/tri)