Friday, 20 September 2019

Saksi Prabowo-Sandi Mengaku Dapat Ancaman Pembunuhan, Tapi Tak Terkait Sidang Gugatan di MK

Rabu, 19 Juni 2019 — 10:32 WIB
Sidang sengketa  Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. (rihadin)

Sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. (rihadin)

JAKARTA –  Direktur IT BPN Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Agus Maksum mengaku tidak mendapatkan ancaman terkait perannya sebagai saksi  fakta yang dalam sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. Hal ini disampaikan Agus saat memberikan kesaksian di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (19/6/2019).

Menjawab pertanyaan hakim Aswanto, Agus mengaku ancaman yang didapat pada awal April terkait paparannya  sehubungan dengan DPT. Hal ini ditanyakan Aswanto karena sebelumnya ketua tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto menyebut terdapat ancaman terhadap saksi.

“Kami ada ancaman itu. Ancaman kepada saya dan keluarga, ancaman pembunuhan. Bulan April, awal April. Berkaitan dengan DPT, bukan sebagai saksi (sidang MK),” ungkapnya.

Aswanto lalu meminta diberi tahu pihak pengancam tersebut. Namun dia enggan mengungkapkan. Agus juga enggan menjelaskan orang-orang yang mengetahui ancaman tersebut.

“Kami tak ingin sampaikan. Tidak seluruh tim hanya sebagian tim yang tahu. Saya sebut nama yang tahu, Pak Hasyim  Hasyim Djojohadikusumo,” imbuhnya.

Agus mengaku tidak melaporkan ke aparat keamanan karena menganggap timnya masih menjamin keselamatannya.

“Tidak lapor (polisi). Kami anggap tim kami bisa amankan saya,” imbuh Agus. (ikbal/tri)