Wednesday, 24 July 2019

Sering Gunakan Istilah Siluman dan Manipulatif, Saksi Prabowo – Sandi Ditegur Hakim

Rabu, 19 Juni 2019 — 12:33 WIB
Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi.(rihadin)

Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi.(rihadin)

JAKARTA –  Saksi dari Prabowo – Sandi, Agus Maksum,  ditegur Hakim konstitusi Suhartoyo agar  tidak menggunakan diksi ‘manipulatif’ dan ‘siluman’.

“Anda jangan menggunakan diksi ‘manipulatif’ atau ‘siluman’, ada data yang tidak sesuai antara data sebenarnya dengan data pembandingnya. Jangan menyimpulkan manipulasi atau siluman, pakai diksi yang lebih netral tidak kemudian nuansanya pendapat Anda itu,” tegas hakim Suhartoyo dalam sidang lanjutan gugatan hasil Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Sebelumnya Agus Maksum  menyebut temuan DPT tidak wajar sebanyak 17,5 juta.

Agus ditegur karena berulang kali menggunakan istilah ‘siluman’ dan ‘manipulatif’. “Anda dari tadi menggunakan istilah siluman dan manipulatif. Jangan gunakan istilah atau diksi seperti itu,” ujar Suhartoyo.

Menurut Suhartoyo, penggunaan istilah siluman dan manipulatif adalah istilah yang menyatakan pendapat. Sementara, Agus dihadirkan sebagai saksi fakta yang tidak boleh berpendapat dan menilai sesuatu.

Suhartoyo meminta Agus menggunakan istilah yang lebih netral. Misalnya, cukup mengatakan ada data yang tidak sesuai dengan data pembanding. (ikbal/tri)