Saturday, 24 August 2019

Yusril Sebut Bukti yang Dibawa Tim Prabowo-Sandi Berantakan

Rabu, 19 Juni 2019 — 14:08 WIB
Ketua tim hukum pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. (ikbal)

Ketua tim hukum pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. (ikbal)

JAKARTA – Ketua tim hukum Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyinggung bukti-bukti yang dibawa pihak pemohon, pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dalam sidang gugatan hasil Pilpres 2019. Banyaknya bukti yang dikirim ke Mahkamah Konstitusi, imbuhnya, tidak jelas untuk menjadi pembuktian dalil yang mana.

Hal ini disampaikan Yusril usai dalam sidang hakim anggota, Enny Nurbaningsih, tidak menemukan bukti data invalid sebanyak 17.5 juta yang disampaikan saksi.

“Ternyata dari alat-alat  bukti yang dihadirkan dalam bentuk kontainer tadi banyak yang belum disusun sebagai satu alat bukti,” katanya katanya di ruang sidang Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

“Kami sendiri agak bingung membaca daftar alat bukti tapu alat bukti itu tidak tahu digunkaan untuk membuktikan apa, begitu juga apalagi tadi yang dikemukakan Prof Enny tadi ternyata disebutkan dalam daftar bukti, alat bukti gak ada. Malah lebih kacau lagi,” imbuhnya.

Dia menyebut alat bukti yang disusun tim hukum Prabowo-Sandi dalam persidangan berantakan.

“Belum pernah terjadi selama saya bersidang di Pengadilan alat bukti berantakan seperti ini, tidak jelas gitu. Omong banyak tapi buktinya gak pernah jelas ada di sini. Kalau bukti berantakan dalam kotak itu bagaimana mau menggunakan srbagai alat bukti. Itu juga masih agak membingungkan buat kami,” tandas Yusril. (ikbal/yp)