Friday, 19 July 2019

Jangan Naikkan Tarif Dasar Listrik

Kamis, 20 Juni 2019 — 1:20 WIB
Petugas PLN area Depok yang tengah memutus aliran listrik rumah warga karena menunggak bayar iuran.  (anton)

Petugas PLN area Depok yang tengah memutus aliran listrik rumah warga karena menunggak bayar iuran. (anton)

JAKARTA – Pemerintah jangan menaikkan tarif dasar listrik (TDL), karena akan semakin memberatkan beban rakyat. “Janganlah dinaikkan, kasihan rakyat,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Rabu (19/6/2019).

Saat ini, ia mengaku daya beli masyarakat sudah terpuruk. Daya beli akan semakin ‘nyungsep’ lantaran masyarakat selama beberapa bulan terakhir ini dibebankan berbagai kebutuhan hidup.

Setelah dibebani kenaikan harga barang saat Lebaran lalu, lanjutnya, masyarakat kini harus memikirkan biaya sekolah atau kuliah anak-anak. Bila tarif dasar listrik naik, hidup mereka semakin melintir karena menghadapi beban hidup yang begitu berat.

Kecuali pemerintah menjamin bahwa masyarakat kecil, terutama pengguna listrik daya 450 VA dan 900 VA, tidak terdampak atas kenaikan TDL tersebut.

TIGA INDIKATOR

Ia sendiri tidak menepis bisa saja TDL naik. Sebab tarif listrik saat ini sudah dilepas ke pasar. Sehingga sangat tergantung pada tiga indikator yang menjadi acuan penghitungan tarif seperti inflasi, kurs rupiah dan harga energi primer.

Jika indikator penghitungan tersebut naik seperti batubara. Demikian kurs rupiah melemah terhadap dolar AS dan laju inflasi naik. Kenaikan TDL tidak bisa dielakkan.

Sebab pemerintah selama ini sudah mengurangi berbagai subsidi, termasuk subsidi energi. Persoalannya, ia menegaskan kalau TDL naik, beban masyarakat semakin nyungsep. Sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian. “Ini harus dipikirkan matang-matang,” ucapnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memastikan TDL tidak naik. “Enggak, enggak ada itu. Saya enggak pernah tau sih,” katanya menanggapi isu yang berkembang di media sosial (medsos) yang menyebutkan TDL naik 20 persen. Kenaikan TDL dilakukan secara diam-diam. (setiawan/st)