Wednesday, 18 September 2019

Ketika Jokdri Menangis di Pengadilan

Kamis, 20 Juni 2019 — 20:57 WIB
Joko Driyono alias Jokdri

Joko Driyono alias Jokdri

JAKARTA – Terdakwa pengrusakan barang bukti atas kasus dugaan pengaturan skor sepak bola di Indonesia, Joko Driyono, sempat menitikan air mata menjelang sidangnya berakhir.

Seperti diketahui, Jokdri menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Kamis (20/6/2019) sore, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menjelang sidang berakhir, Jokdri sempat meminta izin kepada Majelis Hakim untuk menyampaikan sesuatu. Tak disangka, ia pun menitikan air mata di sana.

“Awalnya saya ga menyangka apa yang saya perintahkan akan begini. Karena imajinasi yang spontan. Tapi ada momen di mana ketakutan saya atas hilangnya barang-barang pribadi (ketika) satgas akan menyita barang bukti yang sangat penting, yaitu peninggalan almarhumah,” tutur Jokdri dengan nada terputus-putus, dalam persidangan.

Seusai mengatakan itu, ia menyeka air mata dengan menggunakan sapu tangan yang tersimpan di saku celananya. Ia pun diam sejenak seusai mengatakan hal tersebut.

Melihat hal tersebut, Ketua Majelis Hakim Kartim Khaeruddin pun menanyakan kepada Jokdri, apakah mau melanjutkan pernyataan itu atau tidak. Usai menenangkan diri, Mantan Plt Ketua Umum PSSI itu melanjutkan pernyataan tersebut. Meski Jokdri tidak menyebutkan jelas, barang peninggalan siapa yang dimaksud itu.

“Peninggalan almarhumah, cincin. Walau disita akhirnya saya minta untuk tidak disita dan diperbolehkan, alhamdulillah,” sambung Jokdri.

Menanggapi pernyataan Jokdri, Kartim mengungkapkan kalau pernyataan Jokdri ini dapat disampaikan dalam sidang berikutnya, yakni agenda sidang pledoi atau pembelaan terdakwa.

“Ini suatu pengalaman yang luar biasa. Ini orang jatuh bukan kareba batu besar, tapi krikil gitu. Hal ini bisa anda ungkapkan di pembelaan nanti, karena bisa dituangkan di pleidoi,” kata Kartim.

Diketahui, Jokdri tersandung kasus dugaan penghancuran barang bukti atas kasus pengaturan skor. Persidangan Jokdri akan dilanjutkan pada Kamis pekan depan (27/6/2019), dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, Mantan Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu didakwa dengan tiga pelanggaran, yakni melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 karena mengambil barang bukti, Pasal 235 juncto Pasal 231 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, subsidiair Pasal 232 juncto Pasal 235 juncto Pasal 55 ayat (1) karena menghancurkan barang bukti, dan Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 karena menghalangi penyidikan. (cw2)