Monday, 26 August 2019

Tim Hukum Anggap Saksi Prabowo Untungkan KPU

Kamis, 20 Juni 2019 — 11:11 WIB
Kuasa Hukum KPU Ali Nurdin di Sidang Gugatan Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi. (yendhi)

Kuasa Hukum KPU Ali Nurdin di Sidang Gugatan Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi. (yendhi)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI buka kemungkinan tidak akan hadirkan saksi fakta dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang akan digelar Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6/2019) siang ini.

Kesempatan untuk menghadirkan saksi tidak akan digunakan KPU selaku termohon. Alasannya, saksi fakta yang dihadirkan pemohon atau tim hukum Prabowo-Sandi dinilai tidak relevan.

“Kita masih bahas perlu tidaknya saksi karena saksi pemohon nggak ada relevan,” kata Ali Nurdin salah satu tim hukum KPU dikonfirmasi wartawan, hari ini.

Ali menilai bahwa saksi yang dihadirkan oleh KPU tidak ada perlu dibantah. Bahkan, menurutnya keterangan 14 saksi dari termohon justru menguntungkan pihaknya.

“Kita lihat nanti (keputusan hadirkan saksi). Saksi pemohon mana yang perlu dibantah? Saksi pemohon malah menguntungkan KPU,” ucap Ali.

Tidak perlu adanya bantahan dari KPU karena keterangan saksi kubu Prabowo-Sandi tidak ada yang menyampaikan fakta dugaan kecurangan seperti yang didalilkan.

“Iya, bahkan sebaliknya saksi pemohon menguntungkan KPU,” tandas Ali kembali menegaskan.

Sidang ke-empat sengketa Pilpres sendiri Mahkamah memberikan kesempatan kepada KPU selaku termohon untuk menghadirkan saksi dan ahli untuk menanggapi saksi serta ahli dari pemohon. MK memberikan jatah sama kepada semua pihak baik pemohon, termohon, dan terkait untuk menghadirkan 15 saksi fakta dan dua ahli. (yendhi/yp)