Tuesday, 17 September 2019

Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf Sesumbar Saksinya akan Luluhlantakkan Dalil Pemohon

Jumat, 21 Juni 2019 — 9:11 WIB
Kuasa Hukum 01 I Wayan Sudirta.(dok)

Kuasa Hukum 01 I Wayan Sudirta.(dok)

JAKARTA –  Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang ke empat gugatan hasil Pilpres di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (21/6/2019).

Pada sidang hari ini, pihak terkait yakni tim hukum Joko Widodo – Ma’ruf Amin akan menghadirkan saksi fakta dan ahli.

Anggota tim hukum Jokowi-Ma’ruf, I Wayan Sudirta sesumbar para saksi yang akan dihadirkan mampu membantah dalil yang disampaikan pemohon, yakni pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Banyak hal yang akan dibuktikan. Secara umum dia akan membuktikan dalil-dalil yang ada dalam pihak terkait. Secara umum lagi, saksi dan ahli akan membantah. Kalau bahasa awamnya akan meluluhlantahkan permohonan pemohon yang panjang lebar,” katanya sebelum sidang.

Wayan menganggap panjangnya permohonan yang justru menyulitkan bagi pemohon. Menurutnya semakin panjang permohonan maka akan semakin sulit untuk membuktikan.

(Baca : Saksi Pembawa Amplop akan Dilaporkan Tim 01 ke Polisi, Nasrullah: Bagus Sekali!)

“Karena dalil permohonan ini menurut konsepsi dan teori, permohonan itu makin pendek permohonannya,  maka  makin baik dan tidak ada celahnya. Makin mudah dia membuktikan. permohonan yang panjang lebar itu semakin sulit dia membuktikan,” jelasnya.

Dia menambahkan saksi yang akan dihadirkan tidak akan sebanyak yang dihadirkan pemohon. Wayan menimbang psikologi majelis hakim yang bisa lelah jika persidangan berlangsung lama. Para saksi yang akan dihadirkan, imbuhnya akan lebih mengutamakan kualitas kesaksian.

“Kita harus memahami psikologi hakim sudah lelah. Kalau sudah lelah, bagi pengacara yang berpengalaman gak akan bawa saksi dan ahli yang bertele-tele . Pasti ahlinya yang kuat. Saksi yang mengetahui persis kejadiannya. Ahli yang pengetahuannya mumpuni terkenal reputasinya bagus,” tutup Wayan. (ikbal/tri)