Monday, 22 July 2019

Ingin Segera Menikah, Tunangan Datangi Pengancam Penggal Jokowi ke Polda Metro

Senin, 24 Juni 2019 — 19:55 WIB
Calon Istri tersangka pengancam penggal kepala Jokowi, HS, Anita Agustin, di Dit Tahti Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). (cw2)

Calon Istri tersangka pengancam penggal kepala Jokowi, HS, Anita Agustin, di Dit Tahti Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019). (cw2)

JAKARTA – Tersangka Hermawan Susanto (HS) yang ditahan karena mengancam akan memenggal leher Presiden Jokowi,10 Juni 2019 telah mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan dan surat izin menikah . Namun hingga kini belum mendapat respon dari pihak kepolisian.

Senin siang tadi, calon mempelai wanita mendatangi Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, guna menjenguk tambatan hati . Selain itu, kedatangan Anita Agustin juga ingin memastikan surat izin menikah yang diajukan calon suaminya telah dikabulkan polisi atau belum.

Rencananya pernikahan dilangsungkan Juni 2019 ini, namun akibat kasus yang menyandung HS, pernikahan tersebut pun diundur.

Anita berharap agar polisi segera menjawab surat izin menikah yang telah dilayangkan beberapa waktu lalu. Sehingga, ia dan HS dapat melangsungkan pernikahan mereka dalam waktu dekat ini.

“Kalau dalam Islam kan ada enam hari puasa bulan syawal, ada juga anjuran menikah di bulan Syawal. Jadi saya minta menikahnya di bulan Syawal aja,” ujar Anita ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019).

Ia mengaku tak mempermasalahkan apabila nantinya prosesi pernikahan dilakukan di dalam rumah tahanan (rutan). Menurutnya, yang terpenting pernikahannya tersebut sah di mata agama.

Keinginan disegerakannya prosesi pernikahan ini disebabkan persiapan pernikahan yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Belum lagi keduanya menjalani prosesi ta’aruf, sehingga pernikahan harus disegerakan.

“Persiapannya waktu itu minta tanggal 10 Juni cuma kan ya kalau ga bisa ya segera mungkin, sebelum tanggal 30 Juni. (Apalagi) saya ga pacaran, saya ta’aruf,” sambungnya.

Selain itu, ia berharap agar kasus yang tengah menyandung HS agar cepat selesai. Sehingga HS dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Ya harapannya bisa cepat masalahnya selesai. Saya mah serahin sama Allah, sama pengacara aja udah,” kata Anita.

Sebelumnya, video HS menyerukan ancaman kepada Jokowi ramai beredar di media sosial. Dalam video, HS menyebut kalau dirinya siap memenggal kepalanya Jokowi. Akibat tindakannya tersebut, HS dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan ditangkap di daerah Parung, Jawa Barat, Minggu pagi (12/5/2019).

Selanjutnya pada 14 Mei 2019, HS resmi ditahan hingga 20 hari . Masa penahanan telah diperpanjang sejak 2 Juni hingga 1 Juli 2019.

HS pun terancam Pasal 104 KUHP tentang Tindak Pidana Kejahatan terhadap Keamanan Negara dan Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP. Ia diancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun. (Firda/b)