Monday, 22 July 2019

Masa Penahanan Yang Ingin Penggal Jokowi Diperpanjang

Senin, 24 Juni 2019 — 19:37 WIB
Tersangka  pengancaman penggal kepala Presiden Joko Widodo saat ditangkap.(ist)

Tersangka pengancaman penggal kepala Presiden Joko Widodo saat ditangkap.(ist)

JAKARTA – Polisi memperpanjang masa penahanan tersangka dugaan makar Hermawan Susanto (HS). Masa penahanan HS diperpanjang hingga 40 hari kedepan.

“Diperpanjang selama 40 hari sesuai KUHAP,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (24/6/2019).

Mengatakan hal senada, Kuasa Hukum HS, Sugiyarto, menyebut masa penahanan itu diperpanjang sejak 2 Juni hingga 11 Juli 2019.

Terkait kasus yang tengah menyandung kliennya tersebut, ia berharap agar segera naik ke meja hijau. Sehingga kasus tersebut dapat menemukan titik terang.

“Ini saya meminta kepada penyidik untuk segera berkasnya dinaikkan, agar HS bisa disidangkan. Agar kemudian kita bisa membuktikan, ini memenuhi unsur tidak makarnya itu,” ucap Sugiyarto.

Sebelumnya, video HS menyerukan ancaman kepada Jokowi ramai beredar di media sosial. Dalam video, HS menyebut kalau dirinya siap penggal kepalanya Jokowi. Akibat tindakannya tersebut, HS dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan ditangkap di daerah Parung, Jawa Barat, Minggu pagi (12/5/2019).

HS pun terancam Pasal 104 KUHP tentang Tindak Pidana Kejahatan terhadap Keamanan Negara dan Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP. Ia diancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun. (Firda)