Monday, 22 July 2019

Biar Langit Runtuh, Dapur Harus Ngebul

Selasa, 25 Juni 2019 — 5:54 WIB
plafon runtuh

HALO, Bapak ibu nonton sidang sengketa pemilu di TV? Ramai, seru apa bikin bingung? Ya, bagi yang mengerti itu masalah hukum, jelas sangat menarik, ketika para saksi akhli tampil dalam sidang. Mereka para ahli memperlihatkan dan sekaligus memamerkan pengetahuannya tentang hukum secara luas.” Pokoknya boleh,” kata sahabat Bang Jalil melalui telepon genggamnya.

Bang Jalil pun manggut-manggut. Dia memang nonton sidang itu di TV, dalam narasi yang cukup panjang para ahli memaparkan kebolehannya. Bang Jalil sekali lagi manggut-manggut.

“ Hem kayaknya Bapak ngerti ya?” kata sang istri tiba-tiba. O, iya, sang istri baru mudeng kalau suaminya itu juga pernah kuliah hukum cuma nggak tuntas, putus di tengah jalan. Yang dia apal, istilah-istilah yang menggeleitik, misalnya; Kalau urusan hukum yang kecil bisa besar. Seperti kalau kita kehilangan ayam, lapor pada yang berwajib maka akan kehilangan kambing?”

Bukan rahasia lagi kalau banyak banget selingkuh hukum yang nggak sesuai dengan keadilan. Para pemegang kekuasaan malah yang menodai hukum.

Tak sedikit para aparat yang menggunakan hukum untuk keuntungan golongan dan pribadinya. Padahal, katanya mereka adalah para wakil Tuhan, tapi menyimpang.

Sementara banyak orang-orang kecil,rakyat lemah yang jadi korban hukum karena tak punya uang.

“Hukum tumpul  ke atas, tapi tajam ke bawah,” kata Bang Jalil.

“ Tapi, walapun langit runtuh, hukum harus ditegakkan!” kata sang istri dengan senyum kemenangan. Sambil nggak lupa tangannya menadah, walapun hukum tidak tegak, uang belanja harus ditegakakn biar dapur ngebul!  – (massoes)