Wednesday, 21 August 2019

Sampai Sidang Terbuka Ditutup Saksi Woww…. Kok Tak Muncul?

Selasa, 25 Juni 2019 — 7:29 WIB
saksi

WOW……sidang putusan MK soal sengketa Pilpres 2019 dipercepat! Sedianya  28 Juni, dimajukan sehari menjadi 27 Juni siang. Yang masih menyisakan tanda tanya, sampai sidang terbuka ditutup MK Jumat malam, 21 Juni, saksi woww…..yang dijanjikan kubu Capres 02 kok tidak muncul? Jika demikian, yang woww….justru para hakim MK itu sendiri.

Dalam pemerintahan Kabinet Kerja, Presiden Jokowi selalu menekankan agar Kementerian dan Lembaga Negara lainnya bekerja cepat melayani rakyat. Motto kerja, kerja, kerja……rupanya dilaksanakan juga oleh MK. Buktinya, putusan MK soal sengketa Pilpres 2019 yang dijanjikan tgl. 28 Juni ternyata bisa dipercepat sehari menjadi 27 Juni 2019.

Ini keputusan mendebarkan sekaligus menegangkan bagi tiga belah pihak. Maunya kubu Capres 02 selaku pemohon, gugatan dikabulkan seluruhnya. Sebaliknya kubu KPU yang termohon dan Capres 01 selaku pihak terkait, berharap gugatan itu ditolak MK. Yang melegakan, sebelum sidang digelar para pihak sudah berjanji, apa pun keputusan MK akan diterima secara legawa, ikhlas lahir batin.

Bayangan publik, sidang MK akan padat sekali mengingat alat bukti dan saksi dari kubu tim BPN banyak sekali, bahkan berkas alat bukti dari berbagai daerah itu mencapai 12 truk. Tapi ternyata MK bisa “potong kompas”, saksi kubu Capres 02 yang diterima hanya 15 ditambah saksi ahli dua orang. Begitu pula berkas alat bukti, dari 12 truk yang diambil hanya 5 peti plastik.

Akhirnya sidang terbuka cukup digelar  enam kali, termasuk putusan nanti 27 Juni mendatang. Yang masih menyisakan pertanyaan bagi publik, di mana saksi wowww…..yang dijanjikan tim BPN? Jika ada, mungkin yang dimasudkan adalah saksi Rachmadsyah Sitompul dari Kisaran, Sumut. Soalnya, meski dia berstatus tahanan kota dalam kasus ITE di kotanya, dia bisa lolos jadi saksi di MK dengan alasan mengantar ibunya yang sakit ke Jakarta.

Jika itu bukan saksi wowww…..juga, berarti yang woww…..justru 9 hakim MK termasuk Ketuanya, Anwar Usman. Bagaimana tidak woww…., mereka mengizinkan pemohon memperbaiki gugatannya, meski tak ada aturannya. Begitu pula alat bukti yang masih acak-acakan belum diberi label, diberi kesempatan untuk menyusunnya. Dan sidang putusan yang sedianya 28 Juni, dimajukan jadi 27 Juni 2019. Woww…… – (gunarso ts)