Saturday, 20 July 2019

Bila Bakul Bakso Bercerai Resep Menu Pun Ikut Dicuri

Rabu, 26 Juni 2019 — 6:45 WIB
bakso

LEPASNYA istri setelah perceraian, Sobri, 35, tak memikirkan benar. Tapi ketika Parni, 30, bekas istrinya itu mencuri resep menu baksonya dan ikut jualan bakso pula, barulah Sobri merasa terancam bisnisnya. Tapi mau bagaimana, menggugat ke pengadilan apa dasarnya, wong resep baksonya juga tak dipatenkan di Kemenkumham.

Satu profesi kemudian jadi suami istri, bukan hal baru. Dokter menikah dengan dokter, banyak. Hakim mengawini hakim pula juga ombyokan. Paling repot jika istri hakim suami pengacara, ketika ribut di rumah  pasal-pasal KUHP dijadikan senjata untuk mengalahkan pasangan. Ketika istri menuduh suami selingkuh, suami membalasnya dengan eksepsi. Padahal vonis dan eksekusinya tetap di ranjang peraduan.

Sobri dan Parni suami istri dari Benowo Surabaya, bertemu beberapa tahun lalu juga karena sama-sama jualan bakso. Kenal saat kulakan bakso di pasar, akhirnya mereka jadian dan Parni pun terkena “bakso” Sobri yang sesungguhnya. Meski tanpa saus dan pangsit sekalipun, bakso Sobri tetap enak saja wong ada inthil-inthil-nya.

Setelah menjadi suami istri, yang menekuni usaha baksonya tinggal Sobri. Adapun Parni di rumah saja, menjadi ibu rumahtangga yang baik dan benar. Sayangnya itu tidak mudah. Itu terjadi karena sikap Sobri yang mau menang sendiri sebagai kepala keluarga. Jika sudah kesal, terpaksa Parni mengenakan sistem zonasi di kamarnya. Maksudnya, meski seranjang Sobri dilarang menyentuh tubuh bininya dalam radius 30-40 cm.

Sikap mau menang sendiri itu menyebabkan Parni mulai memikirkan tokoh alternatif, sehingga akhirnya Parni bikin tagar: #2019 ganti suami. Dia memang sudah punya cong-congan sebagai ban serep. Siapa dia masih dirahasiakan identitasnya. “Memangnya jip, ban serep dipamer-pamerkan?” begitu alasan Parni.

Karena konflik dalam rumahtangga ini sengaja dipelihara Parni, maka pada akhirnya berujung di Pengadilan Agama Surabaya. Ini terjadi karena Sobri mencium gelagat bahwa istrinya sudah punya PIL. Dugaan itu terbukti ketika dua minggu setelah perceraian Parni sudah berani ngalor ngidul bersama gendakan barunya.

Dua bulan kemudian Parni membuktikan tagarnya, dia menikah dengan lelaki lain. Bagi Sobri, bekas istrinya menikah seribu kali juga tak masalah. Yang menjadikan dia panik, perceraian dengan Parni berimplikasi pada usaha baksonya. Sebab diam-diam Parni bersama suami barunya juga usaha jualan bakso dengan lokasi yang berjarak hanya sekitar 1 Km.

Yang bikin Sobri marah tapi tak bisa berbuat apa-apa, Parni telah “mencuri” resep bakso bekas suaminya, lalu diaplikasikan pada usaha baksonya yang baru. Bukti-buktinya cukup masif dan sistimatis, hampir 12 truk malah. Sobri pernah menyuruh orang untuk jajan di warung Parni, dan ternyata rasanya sama persis dengan bakso Sobri.

Ancaman itu telah menjadi kenyataan. Karena lokasinya nyaris berdekatan, rasa sama dan harga lebih murah, pelanggan Sobri banyak yang pindah ke warung Parni. Omset pun menurun. Tapi Sobri tak bisa apa-apa. Mau menuntut ke Pengadilan apa dalilnya? Lagi pula dia tak pernah mempatenkan resep baksonya ke Kemenkumham. Akhirnya Sobri hanya bisa begita-begitu tanpa juntrung.

Tambah celaka, sebagai duda baru dia tak bisa begituan lagi. (*/Gunarso TS)