Sunday, 22 September 2019

Polres Serang Gelar Razia Jelang Putusan MK

Rabu, 26 Juni 2019 — 21:50 WIB
Personil Polres Serang tengah memeriksa kendaraan box di gerbang tol Cikande.

Personil Polres Serang tengah memeriksa kendaraan box di gerbang tol Cikande.

SERANG – Jajaran Kepolisian Resor Serang, Banten menggelar operasi cipta kondisi menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta yang rencananya diputus Kamis 27 Juni. Untuk mengantisipasi pergerakan massa yang akan berdemo di depan gedung MK, personil Polres Serang perketat akses ke Jakarta, diantaranya Gerbang Tol Ciujung dan Cikande serta jalur arteri.

Operasi cipta kondisi juga dilakukan mengantisipasi adanya barang-barang berbahaya, termasuk diantaranya bahan peledak serta senjata api. Sasarannya operasi yaitu kendaraan pribadi, boks, bus serta kendaraan lainnya yang mengarah ke Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan wujud operasi rutin kepolisian. Maksud dan tujuan adalah menjaga kondisi kamtibmas serta meminimalisasir pergerakan massa yang akan berangkat ke Jakarta jelang putusan sengketa pilpres di MK,” kata Kapolres Serang, AKBP Indra Gunawan, Rabu (26/6/2019) malam.

Kapolres menjelaskan sebagai daerah penyangga Ibukota Negara, Kabupaten Serang memiliki potensi kerawanan yang tinggi sebagai akses masuk massa serta barang-barang berbahaya ke Jakarta. Oleh karenanya, operasi cipta kondisi ini perlu dilaksanakan seketat mungkin.
Dalam kesempatan itu, Kapolres berharap masyarakat tidak terbujuk berangkat ke Gedung MK. Kapolres juga menjelaskan Kapolri tidak memberikan ijin adanya aksi di depan gedung MK saat sidang putusan berlangsung.

Kapolres mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk membimbing masyarakat agar menghormati langkah konstitusional yang telah diambil dua pasangan calon presiden dalam menyelesaikan sengketa pemilu.

Indra Gunawan juga meminta kepada kepada masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap berita-berita hoaks yang dapat mengganggu kamtibmas di wilayah setempat. Jika menemukan berita hoaks, Kapolres berharap agar segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kita dari kepolisian berharap kerjasama para tokoh agama dan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak percaya terhadap berita-berita yang tidak sumbernya yang dapat mengganggu kamtibmas. Jika ada yang menemukan, segera laporkan ke pihak berwajib,” pintanya. (haryono/b)