Saturday, 20 July 2019

Ratusan Pendatang Baru Terjaring Biduk di Cipete Jakarta Selatan

Rabu, 26 Juni 2019 — 22:05 WIB
Ratusan warga yang terjaring biduk sedang melakukan pengurusan identitas diri. (wandi)

Ratusan warga yang terjaring biduk sedang melakukan pengurusan identitas diri. (wandi)

JAKARTA – Bertujuan mendata pendatang di Jakarta usai Idul Fitri, Sudin Kependudukan Jakarta Selatan menggelar pelatanan pelayanan kependudukan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS). Pelayaan ini merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam rangka mewujudkan Wajah Baru Jakarta yang ramah terhadap  pendatang.

Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengungkapkan, program biduk ini bagian dari program pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memberikan kemudahan setiap warga yang bertempat tinggal di Jakarta mengurus administrasi kependudukan. Diharapkan dengan cara seperti ini masyarakat Jakarta Selatan khususnya akan tertib administrasi kependudukan.

“Pelayanan Biduk ini merupakan salah satu wajah barunya Jakarta, dengan cara memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan. Ketika ada orang mau pindah KTP dari Kabupaten ke Jakarta misalnya, cukup meminta rekomendasi surat pindah dari dukcapil setempat dan diurus ke Jakarta prosesnya tidak akan lama selesai dan gratis,” ujar Marullah Matrali, Rabu (26/6).

Untuk itu Marullah meminta kepada pendatang tidak perlu ragu mengajukan surat tinggal sementara karena prosesnya yang sangat mudah. Sebab selama ini para pendatang baru selama ini selama ini selalu dituding sebagai sebab beberapa masalah sosial yang terjadi di Jakarta, semisal soal kemiskiman, pemukiman kumuh, kriminal dan masalah sosial lainnya.

biduk1-(wandi)

Makanya agar masyarakat tidak selalu memandang kaum urban dalam paradigma negatif perlu melakukan kepengurusan identitas diri. “Memang sebagian besar dari mereka unskill. Tapi jangan selalu pandang sebelah mata atau dianggap biang masalah. Soal ada yang berbuat kriminal, biar pihak kepolisian yang mengambil porsinya,” ujarnya.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan Abdul Haris mengatakan, layanan biduk di Cipete Selatan digelar selama dua hari. Masyarakat dapat langsung mengurus beberapa surat-surat kependudukan seperti Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS), Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan perekaman e-KTP.

“Dalam layanan Biduk putaran pertama pasca-Lebaran di Cipete Selatan ini tercatat ada 315 orang terlayani mulai pembuatan, permohonan KTP, pendistribusian, perekaman dan layanan lainnya. Pada layanan ini juga terbuka untuk masyarakat yang mau mengurus SKDS, Akta Kelahiran, KIA, dan e-KTP silakan datang saja selama dua hari ini,” tutur Abdul Haris .

Kasudin juga menambahkan, berdasarkan pendataan sementara, saat ini tercatat 6000 pendatang baru di Jakarta Selatan. “Perkiraan kami tahun ini ada 8000 pendatang atau menurun drastis dari tahun lalu yang sebesar 18 ribu pendatang,” ujarnya.

Agus Kuniawa, pendatang asal Kuningan Jawa Barat mengatakan, dirinya ingin mengurus Surat Keterangan Domisili Sementara. Pengurusan ini dilakukan karena dirinya mendapat pekerjaan di Jakarta.

“Kebetulan padahal sebelumnya saya mau mengurus ke kantor kelurahan besok. Alhamdulillah di sini dekat sehingga tak usah ke kelurahan lagi,”kata pria yang ngaku ngontrak di daerah Cipete Utara. (wandi/b)