Friday, 20 September 2019

Bonus Angkatan Kerja

Senin, 1 Juli 2019 — 5:10 WIB

Oleh: Harmoko

SURPLUS jumlah angkatan kerja produktif merupakan “berkah” bagi bangsa Indonesia, jika dipersiapkan dan dikelola secara profesional. Sebaliknya
akan membawa “musibah”, jika besarnya jumlah angkatan kerja tersebut tidak dapat terserap dalam lapangan kerja yang tersedia.

Besarnya jumlah angkatan kerja produktif sebagai akibat perubahan komposisi penduduk secara alami, di mana peningkatan jumlah penduduk usia produktif (15- 64 tahun) sangat signifikan. Jauh lebih besar dari jumlah penduduk berusia non produktif ( usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun).

Komposisi penduduk yang demikian sering disebut “bonus demografi”. Telaah para ahli, mulai tahun depan negeri kita memasuki era bonus
demografi, sebuah kondisi yang memiliki banyak keuntungan besar dari segi pembangunan.

Indonesia berpeluang mengalami bonus demografi, di mana negara ini akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sementara yang tidak produktif berkurang menjadi 60 juta jiwa. Dapat dikatakan sebanyak 180 juta orang usia produktif akan menanggung 60 juta orang usia tidak produktif. Atau setiap 10 orang usia produktif hanya akan menanggung 3-4 orang usia tidak produktif.

Kondisi ini tentu saja akan mengurangi beban sosial negara terhadap rakyatnya karena tanggung jawab sosial masyarakat telah diambil alih oleh
penduduk usia produktif.

Di sisi lain, dengan banyaknya penduduk usia muda sangat berpeluang meningkatkan produktivitas, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tabungan
masyarakat. Yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejaheraan rakyat.

Banyak negara berhasil memaksimalkan bonus demografi yang terjadi di negaranya, seperti Korea Selatan, Malaysia, Thailand. Tapi, tak jarang
juga yang gagal memaksimalkan seperti di negara-negara Benua Afrika.

Ini akan lebih tergantung kepada negara yang bersangkutan bagaimana menyiapkan dan mengelolanya secara profesional.
Kegagalan sering dialami karena kurangnya persiapan atau terlambat menciptakan secara baik penduduk usia produktif yang sehat, cerdas, dan
berkualitas.

Karena itu, pemerintah baru mendatang perlu lebih dini, menyiapkan sarana, prasarana dan fasilitas yang mendukung meningkatnya kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, kualitas angkatan kerja dan tak kalah pentingnya
tersedianya lapangan kerja.

Surplus angkatan kerja produktif tidak akan banyak berarti, jika mereka tak bisa terserap dalam lapangan kerja. Dan, dampaknya akan lebih luas tak hanya molonjaknya angka pengangguran, juga beban negara makin berat.

Bagaimana mungkin penduduk usia produktif dapat membiayai orang lain – penduduk tidak produktif, kalau mereka tidak memiliki pekerjaan, tidak
berpenghasilan.

Karena itu, bonus demografi akan membawa berkah, jika semua penduduk usia produktif dapat pekerjaan yang layak.Jadi kuncinya adalah angkatan kerja produktif itu dapat bekerja secara total, optimal dan maksimal.

Yang perlu diantisipasi lagi adalah tidak sebatas menyiapkan lapangan pekerjaan bagi angkatan kerja baru, tetapi melindungi mereka yang telah
bekerja untuk terus bekerja secara optimal.

Dengan begitu ada *tiga hal *yang perlu dipersiapkan secara maksimal dan
profesional.
* Pertama*, menciptakan lapangan kerja baru bagi angkatan kerja baru.
* Kedua*, melindungi mereka yang sudah bekerja untuk terus bekerja dan secara optimal meningkatkan produktivitasnya.
* Ketiga*, menyiapkan angkatan kerja baru yang memiliki kompetensi tinggi, mampu bersaing secara nasional dan internasional.

Kita berharap pemerintah baru mendatang mampu memanfaatkan momen “bonus demografi” sebagai “berkah” untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan. Mengubah tingkat ekonomi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara
maju.
Itulah sebabnya perlu persiapan sejak awal agar “bonus demografi” tidak mendatangkan musibah akibat meningkatnya angka pengangguran produktif yang berdampak kepada kian menggeliatnya kemiskinan struktural.

Kita meyakini pemerintah dengan menggandeng semua pemangku kebijakan dan swasta telah menyiapkan diri dengan beragam program yang segera digulirkan untuk memanfaatkan ” bonus demografi” bagi kejayaan negeri. (*)