Friday, 20 September 2019

Viral di Facebook Foto Presiden dan Wapres di Sekolah Dicopot

Senin, 1 Juli 2019 — 20:22 WIB
Postingan Asteria yang menjadi viral (ist)

Postingan Asteria yang menjadi viral (ist)

JAKARTA – Kiriman pengguna Facebook dengan akun bernama Esteria Fitriani mendadak viral di dunia maya lantaran memposting tulisan yang terkesan provokatif karena berisi usulan tidak memasang foto Presiden dan wakil presiden di dinding sekolah.

Meski tidak secara langsung menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Asteria mengajak foto Presiden dan wakil presiden diturunkan dari dinding sekolah karena dia menilai akan mengajarkan kepada siswa tentang kecurangan.

Dia justru meminta memasang foto Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang dia sebut sebagai gubernur Indonesia.

“Kalau boleh usul, di sekolah-sekolah tidak usah lagi memajang foto presiden dan wakil presiden. Turunin saja foto-fotonya. Kita sebagai guru nggak mau kan mengajarkan anak-anak didik kita tunduk, mengikuti dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan?,” tulis Asteria pada 28 Juni 2019.

“Cukup pajang foto GOODBENER kita ajaa…GUBERNUR INDONESIA ANIES BASWEDAN,” imbuhnya yang juga mengupload foto Anies.

Alhasil, postingan tersebut menuai banyak komentar yang justru tidak suka dengan postingan dirinya. Saat ini postingan Asteria tidak bisa lagi diakses. Namun, postingan Asteria telah banyak dicapture warganet dan disebarkan meminta aparat pemerintah melakukan penindakan.

Banyak Warganet yang menyebut Asteria adalah guru di SMP Negeri 30 Jakarta. Namun, Kepala Sekolah SMP Negeri 30, M. Yusup Corua membantah Asteria adalah guru melainkan orangtua siswa.

“Hal yang sebenarnya adalah bahwa benar seseorang tersebut adalah seorang wali murid yang putrinya sudah lulus Tahun Ajaran 2018/2019 dan bukan sebagai guru SMP Negeri Jakarta seperti halnya yang ada di pemberitaan media sosial,” ata Yusup melalui surat klarifikasi, Senin (1/7/2019).

Yusup sudah memastikan seluruh guru dan staff di SMPN 30 Jakarta tidak ada yang bernama Asteria seperti yang viral di media sosial.

“Setelah dilakukan pengecekan terhadap semua guru, staf dan karyawan di SMP Negeri 30 Jakarta tidak ada nama yang memposting berita tersebut di media sosial sebagai guru, staf dan karyawan di SMP Negeri Jakarta,” ucap dia. (Yendhi/b)