Saturday, 21 September 2019

Pilih Capim KPK yang Telah Teruji

Jumat, 5 Juli 2019 — 14:30 WIB

BURSA Calon Pimpinan (Capim) KPK telah ditutup, dan 348 orang dari berbagai elemen mendaftarkan diri. Mulai dari advokat, anggota Polri, jaksa, hakim, anggota ormas memperebutkan lima kursi pimpinan lembaga anti-rasuah. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding seleksi periode sebelumnya, yaitu 134 orang hingga akhirnya panitia seleksi (pansel) memperpanjang waktu pendaftaran.

Antusiasme masyarakat untuk menjadi pimpinan KPK sungguh luar biasa. Ini membuktikan masyarakat sangat peduli dengan masalah korupsi yang tumbuh subur berurat dan berakar di negeri ini. Namun dari ratusan pendaftar, tentu saja belum bisa dijamin semuanya memiliki kapabilitas sebagai capim.

Banyak syarat yang harus dimiliki oleh pemimpin lembaga anti-rasuah yang bertugas membersihkan negeri ini dari praktik curang merampok uang negara.  Syarat utama menjadi pemimpin KPK tentu saja integritas tinggi, sebagai komponen terpenting yang harus dimiliki seorang pemimpin, selain juga punya komitmen kuat serta moral yang baik. Catatan lainnya, berani menghadapi segala tantangan dan resiko, termasuk juga berani menolak intervensi dari mana pun.

Syarat penting lainnya adalah visioner, mengusung visi dan misi yang jelas, selain juga mampu menjabarkan peran KPK ke depan dalam membangun bangsa dan negara. Sedangkan soal penguasaan bidang hukum, baik pidana, hukum materiil, serta persoalan korupsi, jelas menjadi syarat mutlak.

Dari ratusan kandidat capim yang mendaftar, sebagian besar adalah orang-orang yang berkecimpung di bidang hukum. Baik itu advokat, polisi, jaksa maupun hakim. Tetapi tidak semua yang memiliki rekam jejak perjalanan karir dan prestasi yang bisa dibanggakan.

Itu sebabnya pansel harus sangat selektif dalam menjaring kandidat-kandidat Capim KPK hingga final menghasilkan pimpinan yang memang layak dipilih. Rekam jejak terutama prestasi dalam menangani kasus korupsi, harus menjadi nilai plus bagi mereka. Karena akan menjadi bukti bahwa kandidat tersebut telah teruji.

KPK adalah ujung tombak membersihkan korupsi di negara ini. Karena itu harus pimpinan lembaga ini harus diisi oleh orang-orang-orang yang kredibel, punya rekam jejak bagus dan kapabilitasnya tak diragukan. Itu sebabnya Pansel Capim KPK dituntut selektif dan objektif dalam menyeleksi calon-calon tersebut. Karena di pundak para pimpinan KPK yang terpilih kelak, ada tanggung jawab besar terhadap bangsa dan negara, dan ekspektasi masyarakat begitu besar.

Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mengawasi proses seleksi hingga final nanti. **