Sunday, 21 July 2019

Pastikan Stok Pangan Aman

Selasa, 9 Juli 2019 — 8:56 WIB

MUSIM kemarau kini melanda sebagian wilayah di Indonesia, salah satunya Pulau Jawa. Daerah-daerah sentra beras mengalami kekeringan, gagal panen dan padi puso. Seperti di Indramayu, Jawa Barat, salah satu lumbung padi nasional, sekitar 3.000 hektar sawah terancam gagal panen karena kurangnya pasokan air.

Di daerah Rorotan, Jakarta, Utara, sekitar 300 hektar sawah kering kerontang. Begitu pula di Jawa Tengah, lahan persawahan yang dilanda kekeringan terus meluas. Di Banyumas misalnya, 500 hektar terancam gagal panen karena sebagian tanaman padi mati. Belum lagi di wilayah lainnya, seperti di Bali dan Nusa Tenggara. Dampak kekeringan juga dirasakan peternak. Mereka kesulitan mencari rumput  tanaman mati.

Kementerian Pertanian mencatat, lahan padi yang terdampak puso ‘hanya’ 9.598 hektar dari 102.654 hektar lahan yang mengalami kekeringan. Kalau dikonversikan 1 hektar sawah menghasilkan 5 ton beras, maka akan kehilangan 47.990 ton beras. Namun bila 102.654 hektar sawah kering juga berdampak gagal panen, maka berpontesi kehilangan 513.270 ton beras hilang.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengklaim, musim kemarau tahun ini tidak mempengaruhi stok beras nasional, dan tidak usah diributkan.  Alasannya,  total lahan terdampak puso relatif kecil dibanding total luas lahan padi secara nasional, sekitar 15 juta hektar. Pernyataan pemerintah ini memberi kesan, dampak cuaca tidak berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan pangan.

Padahal cuaca ekstrem yang melanda Indonesia saat ini tidak bisa diprediksi. Kekeringan melanda Pulau Jawa dan bagian timur Indonesia, sementara di Sumatera hujan deras mengguyur. Tak bisa diperkirakan apakah lahan persawahan di Sumatera juga bakal rusak akibat cuaca ektrem. Kemarau bukan hanya membuat padi mati, tapi juga tanaman lain. Cabe salah satunya, kini harganya mulai melonjak akibat produksi menipis.

Mengatasi cuaca ekstrem, pemerintah dituntut cepat tanggap. Segera ambil langkah penyelamatan lahan sawah yang masih bisa diselamatkan, dengan kebijakan pengelolaan dan distribusi  air yang merata, melibatkan instansi terkait. Langkah jangka pendek lainnya, hujan buatan.

Dampak cuaca akan berpengaruh terhadap stok bahan pangan. Pemerintah dituntut siaga menjaga stok beras dan bahan pangan lainnya, selama musim kemarau serta menghadapi musim tanam. Kelangkaan bahan pangan, juga akan menimbulkan lonjakan harga. Dua langkah penting yang harus digaris bawahi, yaitu menjamin ketersediaan bahan pangan dan menjaga harga-harga. Sedia payung sebelum hujan. **