Saturday, 21 September 2019

Kemarau, Hindari Bakar Sampah

Kamis, 11 Juli 2019 — 7:14 WIB

MUSIM kemarau kini melanda Jakarta.  Dampaknya beragam, mulai dari sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih, para petani gagal panen lantaran kekeringan, dan meningkatknya kebakaran.

Kasus kebakaran selama kemarau menghantui kehidupan warga. Selama musin kering ini setidaknya dalam sehari lima kali permukiman di Jakarta diamuk Si ‘Jago Merah’.

Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, selama Juni 2019  telah terjadi 159 kasus kebakaran di wilayah ibukota. Angka ini melesat dibandingkan kebakaran bulan sebelumnya.  Pada Maret 133 kasus kebakaran, April 122, dan Mei 137 kasus.

Penyebab musibah kebakaran antara lain  membakar sampah, rokok, lilin, korsleting listrik dan lainnya. Kerugian akibat amukan Si ‘Jago Merah’ dari Januari sampai dengan sekarang mencapai Rp166, 21 miiar.

Kebakaran memang musibah yang tidak tahu kapan akan terjadi. Tetapi untuk menekan amukan api itu tidak ada salahnya bila semua pihak baik masyarakat maupun pemangku jabatan mengantisipasi.

Pemprov DKI Jakarta harus gencar mensosialisasikan faktor-faktor penyebab kebakaran. Berikan pemahaman kepada masyarakat seputar faktor dan penyebab kebakaran.

Membakar sampah dan membuang puntung rokok yang masih ada api secara sembarangan di musim kering seperti ini bisa memicu terjadinya musibah kebakaran.

Bukan itu saja,  Pemprov DKI Jakarta juga secara masif mensosialisasikan perlunya warga mengecek instalasi listrik rumah masing-masing. Gantilah instalasi listrik yang sudah tidak layak.

Gubernur Anies Baswedan melalui instansi terkait harus mengerahkan petugas dan peralatan pemadam kebakaran ke lokasi-lokasi rawan kebakaran, sehingga bisa melakukan penanganan cepat bila terjadi musibah itu.

Menghindari kebakaran, warga  juga sebaiknya bijak dalam  menggunakan listrik. Apalagi dari sederet faktor, listrik adalah penyebab paling tinggi terjadinya kabakaran di Jakarta. @*