Monday, 16 September 2019

Lemkapi: Pengajuan Tunjangan Kinerja Polri menjadi 100 Persen Sangat Rasional

Kamis, 11 Juli 2019 — 22:03 WIB
Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr Edi Hasibuan. (ist)

Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr Edi Hasibuan. (ist)

JAKARTA – Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi)  menilai pengajuan tunjangan kinerja Polri menjadi 100 persen pada pemerintahan kedua Presiden Jokowi sangat rasional.

Menurut Direktur Eksekutif Lemkapi Dr Edi Hasibuan,  hasil penelitian dan pemantauan pihaknya di lapangan,  tugas Polri dan TNI semakin berat.

Kebutuhan sehari hari dan biaya sekolah untuk keluarga Polri dan TNI juga semakin tinggi. Dia berharap akan ada terus  peningkatan remunerasi ke depan hingga penuh menjadi 100 persen.

“Saat ini menurut penelitian kami baru di kisaran sebesar 70 persen,” kata mantan anggota Kompolnas ini, Kamis (11/7/2019) di Jakarta.

Menurut doktor ilmu hukum ini, melihat beban tugas Polri dan TNI yang semakin berat   tidak adil rasanya jika gaji buruh lebih tinggi dibanding  penghasilan anggota Polri dan TNI.

Peningkatan Kinerja

“Kami yakin kenaikan remunerasi ini bisa meningkatkan program  promoter Kapolri yang menitikberatkan pada  peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media,” tandas pakar hukum dan kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar tinjangan kinerja dinaikkan menjadi 100  persen pada pemerintahan mendatang. (tiyo/win)