Friday, 19 July 2019

Tinjau TN Komodo, Jokowi: Pisahkan Antara Zona Konservasi dan Turisme

Kamis, 11 Juli 2019 — 19:30 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau kawasan Taman Nasional Komodo, di Pulau Rinca,  Nusa Tenggara Timur (NTT). (ist)

Presiden Jokowi saat meninjau kawasan Taman Nasional Komodo, di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT). (ist)

JAKARTA  –  Presiden Jokowi berencana mengembangkan kawasan Taman Nasional Komodo, di Pulau Rinca,  Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden mengatakan, pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo ke depannya akan dibuat lebih terintegrasi antara satu lokasi wisata dengan lainnya di Priovinsi NTT.

Ia menambahkan rancangan pengembangan tersebut akan segera dibahas dengan kementerian dan pihak-pihak terkait. Semuanya terdesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial.

Namun, Presiden juga mengingatkan akan prinsip konservasi dan memperhatikan daya dukung Taman Nasional Komodo agar tidak membahayakan lingkungan alam di sana.

Presiden berpandangan bahwa diperlukan pemisahan yang jelas antara zona konservasi dan turisme di kawasan tersebut. Nantinya, kunjungan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo tersebut akan menerapkan sistem kuota untuk menjaga keberlangsungan dan keseimbangan lingkungan setempat.

“Saya tadi sudah sampaikan ke Kepala Balai untuk betul-betul dihitung daya dukungnya. Ini adalah kawasan konservasi sehingga nanti akan kita buat desain besar, rancangan besar, mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi, mana yang dikuota, mana yang tidak,” tuturnya.

Pemerintah sendiri memberikan dukungan penuh atas pengembangan yang lebih terintegrasi di kawasan Taman Nasional Komodo yang memang ditargetkan bagi wisatawan premium itu.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam peninjauan tersebut di antaranya ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.(johara/win)