Friday, 20 September 2019

Wanita Tua Tewas Mengerikan Kena Sedotan Logam

Kamis, 11 Juli 2019 — 20:16 WIB
Sedotan logam,banyak digunakan sebagai pengganti sedotan plastik karena lebih ramah lingkungan (yp)

Sedotan logam,banyak digunakan sebagai pengganti sedotan plastik karena lebih ramah lingkungan (yp)

INGGRIS  – Dalam upaya menyelamatkan lingkungan, banyak negara melarang pemanfaatan sedotan plastik. Sebagai gantinya, masyarakat menggunakan sedotan logam yang dibawa sendiri untuk digunakan di kafe atau resto penyedia minuman.

Namun seorang wanita justru kehilangan nyawa akibat sedotan logam tersebut.  World of Buzz, mengutip CNA, melaporkan pada 22 November 2018, Elena Struthers-Gardner dari Inggris membawa gelas dengan sedotan stainless steel berukuran 10 inci di tengah tutup gelas tersebut. Namun ia tiba-tiba pingsan lalu jatuh di delat dapur rumah warga di desa Broadstone.

Saat itulah sedotan tersebut mengenai mata wanita 60 tahun itu. Tak tanggung-tanggung, sedotan masuk menembus otaknya hingga ia mengalami luka berat. Ia dilarikan ke rumah sakit. Namun hari betikutnya ia meninggal dengan cedera trauma di otak.

“Aku pergi ke pintu dapur dan bisa melihat pintu antara pintu dan dapur,” kata Mandy Struthers-Gardner. “Gelas tergeletak di lantai, masih utuh dan sedotan masih ada di toples. Saya perhatikan sedotan menempel di kepalanya. Saya telepon 999 dan meminta ambulans datang. ”

“Ketika aku sedang menelepon, Lena sepeetinya masih bernafas. Wanita penerima telepon meminta saya untuk menyerahkannya. Aku mengeluarkan gelas dari sedotan dan membaliknya. tapi saya lihat sedotan  menembus mata kirinya, ” ungkapnya.

Elena, mantan joki, menderita mengalami kesulitan bergerak karena kecelakaan saat ia berkuda di umur  21 tahun hingga membuat beberapa tulang belakangnya patah. Cedera ini menyebabkannya mudah jatuh.

“Saya merasa di tangan orang dengan keterbatasan bergerak seperti Elena atau anak-anak atau bahkan orang sehat yang tiba-tiba kehilangan keseimbangan, sedotan ini terlalu panjang, juga terlaku kuat,” kata Mandy.

Asisten koroner Brendan Allen setuju dengan Mandy. Ia meyakini insiden itu bisa terhindar bila sedotan logam tidak digunakan dengan tutup gelas yang bentuknya seperti toples.

“Bahkan jika tidak sampai meninggal, itu juga sangat berbahaya,” sambungnya, “sedotan logam ini memang tak boleh dipakai dengan bentuk tutup apapun. Masalahnya utamanya adalah kalau tak ada tutupnya maka sedotan bisa bergeser, berpindah.” (yp)