Monday, 15 July 2019

Eggi Sudjana Pertanyakan Perkembangan Pengajuan SP3 Kasusnya

Jumat, 12 Juli 2019 — 17:35 WIB
Eggi Sudjana (kiri) dan Kuasa Hukum Eggi, Alamsyah Hanafiah (kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (firdha)

Eggi Sudjana (kiri) dan Kuasa Hukum Eggi, Alamsyah Hanafiah (kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (firdha)

JAKARTA – Tersangka dugaan makar, Eggi Sudjana, mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019). Tidak sendirian, ia didampingi Kuasa Hukumnya, Alamsyah Hanafiah.

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, kuasa hukum Eggi, Alamsyah, tiba lebih awal di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Berselang lima menit kemudian, sekitar pukul 14.30 WIB, Eggi tiba di sana didampingi seorang rekannya. Mereka pun langsung menuju ke ruangan penyidik. Satu jam kemudian, Eggi beserta Kuasa Hukumnya pun keluar dari Polda Metro Jaya.

Alamsyah mengatakan, kedatangannya tersebut guna mempertanyakan perkembangan permohonan Eggi perihal surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Surat tersebut dikirimkan bersamaan dengan surat permohonan penangguhan penahanan, yakni pada 4 Juni 2019.

“Yang dibicarakan itu intinya tidak ada persoalan lain, hanya melihat perkembangan soal permohonan SP3 kita,” ujar Alamsyah ditemui di lokasi, Jumat (12/7/2019).

Ia menjelaskan, dari pertemuan dengan penyidik tadi, pihaknya tidak mendapatkan perkembangan apapun atau nihil. Alasannya, penyidik belum bisa memberikan jawaban terkait pengajuan SP3 tersebut.

“Ya dia menunggu arahan dari pimpinan diatas. Jadi memang penyidik tidak bisa mengambil kesimpulan,” sambungnya.

Alasan mengajukan SP3 terhadap kasus dugaan makar itu disebabkan pihaknya menilai kalau kasus tersebut tidak memenuhi unsur makar. Selain itu, dua alat bukti yang dikantongi oleh penyidik juga dinilai tidak mencukupi. Oleh karena itu pihaknya pun mengajukan SP3 untuk kasus dugaan makar tersebut.

“Menurut kami, tidak cukup dua alat bukti. Karena dia baru ucapan, tidak ada tindakan maupun perbuatan,” terang Alamsyah.

Sebelumnya, Eggi ditahan sejak 14 Mei 2019 sampai 20 hari kedepan. Itu artinya masa penahan Eggi habis pada 2 Juni 2019 lalu. Namun polisi ternyata memperpanjang masa penahanan terhadap tim advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) tersebut terhitung sejak 3 Juni 2019 hingga 40 kedepan. Padahal sebelum itu, dua politikus telah menjamin permohonan penangguhan penahanan terhadap Eggi Sudjana.

Namun pada 24 Juni 2019 lalu akhirnya penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Eggi Sudjana. Ia pun dapat menghirup bebas pasca keluar dari Rutan Polda Metro Jaya.

Berkas perkara Eggi sendiri telah dilimpahkan oleh Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pada 10 Juni 2019.

Terkait kasus tersebut, Eggi disangkakan Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. (firda/yp)