Sunday, 21 July 2019

Dinsos Siapkan Makanan untuk Dewasa

Pencari Suaka di Lokasi Penampungan Butuh Makanan Anak-Anak dan Bayi

Jumat, 12 Juli 2019 — 14:26 WIB
Salah satu pencari suaka bersama bayinya yang kini menempati penampungan sementara. (toga)

Salah satu pencari suaka bersama bayinya yang kini menempati penampungan sementara. (toga)

JAKARTA  –  Dinas Sosial DKI Jakarta belum bisa berikan bantuan makanan untuk anak dan bayi para pencari suaka di lokasi penampungan yang disediakan Pemprov DKI di Kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Untuk itu, dibuka posko bantuan bagi masyarakat yang ingin membantu.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Jakarta, Irmansyah, saat ini pihaknya baru bisa memberikan bantuan makanan untuk konsumsi dewasa. Pasalnya, jumlah pencari suaka hingga saat ini terus bertambah bahkan mencapai 1.100 orang termasuk bayi dan anak kecil.

“Kita siapkan makanan yang pada umumnya untuk dewasa, kalau untuk anak-anak nggak bisa. Nah makanya kalau mungkin ada masyarakat yang ingin menyumbang memberikan kepeduliannya makanan tambahan buat anak-anak, silahkan,” kata Irmansyah dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/7/2019).

Sebenarnya, masalah pencari suaka bukanlah urusan Pemda DKI, melainkan tanggungjawab United Nations High Commissioner for Refugeest (UNHCR) sebagai lembaga PBB yang menangani masalah pengungsi antar negara. Pemda DKI memberikan bantuan sementara dengan alasan kemanusiaan.

Irmasyah meminta kepada masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan agar melalui petugas Dinsos mauapun UNHCR yang ada di tempat penampungan sementara. Masyarakat dilarang memberikan bantuan langsung, karena dikhawatirkan akan berebut dan ada kecemburuan sosial.

(BACA: Jumlah Pencari Suaka di Penampungan Sementara Kalideres Terus Bertambah)

“Jangan langsung berikan harus disampaikan kepada petugas yang ada di sana. Kita kumpulkan, baru kita distribusikan. Karena distribusi nggak sesederhana itu. Mungkin mau kasih 100 tapi jumlah pengungsinya banyak, nanti berebut,” ucap Irmansyah.

Pihaknya pun akan kembali memonitor dan mendata jumlah pencari suaka yang berada di penampungan sementara Kalideres. Agar saat pembagian bantuan makanan tidak menimbulkan iri antar pengcari suaka. Bantuan pun diminta dalam bentuk makanan dan minuman bukan sembako agar mudah didistribusikan.

Saat ini, Pemprov DKI melalui Dinsos DKI akan menjamin tempat tinggal termasuk MCK dan makanan selama tujuh hari bagi semua pencari suaka. Selebihnya menunggu keputusan antara pemerintah pusat dengan UNHCR.

Para pencari suaka yang tinggal di kawasan Jalan Kebon Sirih semula hanya berjumlah sekitar 250 orang. Namun, sejak dipindahkan ke penampungan sementara di Kalideres jumlah mereka terus bertambah mencapai 1.100-an orang. (yendhi/mb)