Tuesday, 23 July 2019

Sebelum Masuk Tahanan, Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua Tes Kesehatan

Jumat, 12 Juli 2019 — 12:13 WIB
Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua (firda)

Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua (firda)

JAKARTA – Tiga tersangka kasus ‘ikan asin’, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua, telah menjalani tes kesehatan di Klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019).

Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan, sebelum ketiga tersangka itu mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, selama 20 hari kedepan.

(BACA: Selain Kasus “Ikan Asin”, Pablo Benua Diduga Terlibat Penipuan dan Penggelapan)

“Saat ini persiapan untuk cek kesehatan. Ketiga tersangka akan dibawa ke Bidokkes, lalu segera kita bawa ke rutan Polda Metro Jaya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ketika ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, baik Galih, Rey maupun Pablo menjalani tes kesehatan dan tes urine. Pemeriksaan itu dilakukan guna memastikan ketiganya dalam kodnisi sehat.

(BACA: Galih Ginanjar, Rey dan Pablo Ditahan Selama 20 Hari ke Depan)

Penetapan tersangka terhadap Galih Ginanjar merupakan buntut dari laporan Fairuz terkait kasus ‘ikan asin’. Tak hanya Galih, polisi juga menetapkan Rey Utami dan Pablo Benua sebagai tersangka atas kasus tersebut. Polisi pun telah resmi menahan ketiganya untuk 20 hari kedepan.

Diketahui, Fairuz dan tim kuasa hukumnya melaporkan Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua ke Polda Metro Jaya perihal pernyataan Galih di akun youtube Rey Utami dan Pablo Benua, pada Senin (1/7/2019). Dalam konten youtube tersebut, Galih menyebut organ intim Fairuz bau ikan asin.

Adapun laporan itu tertuang dengan nomor laporan polisi LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Pasal yang dilaporkan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE. (firda/mb)