Tuesday, 23 July 2019

Selain Kasus “Ikan Asin”, Pablo Benua Diduga Terlibat Penipuan dan Penggelapan

Jumat, 12 Juli 2019 — 10:39 WIB
Pablo Benua bersama sang istri Rey Utami didampingi kuasa hukum Farhat Abbas Penuhi Panggilan Polisi.(firda)

Pablo Benua bersama sang istri Rey Utami didampingi kuasa hukum Farhat Abbas Penuhi Panggilan Polisi.(firda)

JAKARTA – Pasangan Youtuber Rey Utami dan Pablo Benua telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ‘bau ikan asin’. Namun diduga, keduanya turut terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor.

Hal ini terkuak setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menemukan puluhan STNK, ketuka menggeledah rumah Rey dan Pablo di kawasan Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/7/2019). Pihak kepolisian pun akan mendalami penemuan STNK tersebut.

“Dalam penggeledahan rumah (Pablo dan Rey) di Bogor, kita menemukan puluhan STNK. Setelah kita cek di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, ada laporan berkaitan dengan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Pablo. Itu dilaporkan pada 26 Februari 2018,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Namun laporan itu ternyata juga terdapat di Bareskrim Mabes Polri, dengan terlapor Pablo Benua. Kedua laporan itu berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor.

“Ada pelaporan juga di Mabes Polri dengan terlapor Pablo Benua terkait penipuan dan penggelapan sekitar tahun 2017,” sambungnya.

Untuk menindaklanjuti penemuan STNK itu, kini pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. “Kita masih mengecek semuanya, masih menyelidiki,” pungkas Argo.

Diketahui, Fairuz dan tim kuasa hukumnya melaporkan Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua ke Polda Metro Jaya perihal pernyataan Galih di akun youtube Rey Utami dan Pablo Benua, pada Senin (1/7/2019). Dalam konten youtube tersebut, Galih menyebut organ intim Fairuz bau ikan asin.

Adapun laporan itu tertuang dengan nomor laporan polisi LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Pasal yang dilaporkan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE.

Buntut dari laporan itu, tiga terlapor, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua, ditetapkan sebagai tersangka. (firda/mb)