Monday, 16 September 2019

Tim Indonesia Belum Punya CdM untuk SEA Games 2019

Jumat, 12 Juli 2019 — 2:29 WIB
Menpora Imam Nahrawi.

Menpora Imam Nahrawi.

JAKARTA – Belum adanya kepastian terkait Chef de Mission (CdM) untuk Kontingan Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina, membuat sejumlah perwakilan cabang olahraga (cabor) resah. Padahal, para cabor sangat membutuhkan sosok CdM untuk menjembatai persiapan mereka jelang ajang multievent antarnegera se-Asia Tenggara tersebut yang hanya menyisahkan kurang dari lima bulan lagi.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pernah mengungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Rosan Perkasa Roeslani, sebagai salah satu kandidat CdM untuk SEA Games 2019.

Namun hingga saat ini, pemerintah belum juga memastikan siapa yang layak untuk memimpin Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019. Padahal, sejumlah cabor sudah menggelar Pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak sebulan terakhir.

Untuk itu, sejumlah cabor mendesak Kemenpora segera mengumumkan CdM untuk SEA Games 2019. Salah satunya, diungkapkan manajer tim nasional (timnas) angkat besi Indonesia, Sonny Kasiran.

Menurutnya, sudah lama ia mengetahui jika Rosan akan ditunjuk sebagai CdM. Namun, hal itu tidak berpengaruh karena pemerintah belum mengumumkan.

“Sisa empat bulan jelang SEA Games dianggap sebagai momen krusial karena kebutuhan cabor semakin banyak dan mendesak hingga peran CdM sangat dibutuhkan,” ungkapnya, belum lama ini.

Ia menambahkan, peran CdM tidak hanya dibutuhkan untuk mendampingi para atlet dan cabor saat SEA Games berlangsung, yapi juga selama masa persiapan. Hal senada juga dikemukakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), Budiman.

Menurutnya, peresmian CdM jangan sampai mepet dengan games time sebab sosok tersebut akan bertanggung jawab soal pengadaan seragam kontingen dan sebagainya. Ia bahkan meminta Kemenpora tak sekadar mengumumkan. “Tidak cuma diumumkan saja, tapi juga segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penunjukan. Pasalnya, tanpa SK, seorang CdM tak lantas bisa melakukan pekerjaan. Utamanya yang menyangkut dengan persiapan kontingen ke SEA Games 2019.
Ada keuntungan lain jika CdM diresmikan, jauh-jauh hari. Kalau sudah ada (CdM) kan enak karena bisa bantu-bantu cari sponsor. Terkait sosok Pak Rosan, saya belum bisa komentar banyak. Tapi, yang jelas, dia Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia). Kapabilitasnya sudah jelas,” katanya.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Harlin E. Rahardjo menuturkan, peresmian CdM bakal banyak mendatangkan manfaat. Menurutnya, CdM bisa membantu masalah yang mungkin dialami oleh cabor seperti yang ada dalam tubuh PRSI, saat ini.

“Polo air sedang tak bisa berlatih di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK). Jika ada CdM, dia bisa bantu untuk mengomunikasikan. Tapi, pada dasarnya, PB PRSI tidak mau terlalu larut dalam urusan CdM nanti. Kami akan fokus pada (masalah) internal,” Harlin menuturkan. (junius/yp)