Sunday, 21 July 2019

Usai Turbulensi, Cinta pun Bersemi

Jumat, 12 Juli 2019 — 7:26 WIB
Sumber: Facebook.

Sumber: Facebook.

TAIWAN – Cinta bisa datang kapan saja, bahkan di waktu yang tak disangka-sangka. Kisah cinta manis bak drama Korea ini dialami seorang pria Taiwan.

World of Buzz melaporkan pria itu dalam penerbangan untuk pulang kampung. Perasaannya tengah tak enak hati karena dia baru saja dipecat dari pekerjaannya.

Sebelum naik pesawat, ia melihat gadis mungil yang berlari dengan membawa beberapa koper. Tapi ia hanya melihatnya sekilas.

Dia kaget ketika di dalam pesawat ternyata gadis imut tadi duduk sebaris dengannya. Ia melihat si gadis duduk dekat jendela bersama tas-tas yang dibawanya.

Ia memandang gadis itu sambil berpikir, “gadis ini tingginya 155 cm apa dia bisa meletakkan barang-barang bawaannya di tempatnya di atas kepalanya ya?”

Tak lama, gadis itu menoleh lalu meminta tolong padanya. “Maaf, bisa nggak ya saya minta tolong naruh barang-barang saya di tempatnya di atas?”

Gadis itu kemudian menanyakan tujuan kepergiannya. Si gadis menceritakan bahwa ia akan ke Taipei. Merasa searah, pemuda itu pun mengajaknya untuk pergi bersama-sama.

Sepanjang perjalanan, mereka bercerita tentang diri masing-masing.  Cerita yang mengalir tanpa henti.

Si pemuda menilai gadis di sebelahnya bicara dengan berbasa Inggris yang sangat baik. Padahal dia sendiri tak sefasih itu.

Gadis mungil itu kemudian mengatakan dia berasal dari daerah Chongqing, China. Kali itu adalah yang pertamja kali plesir ke Taiwan. Awalnya, ada satu kursi di antara mereka tapi kemudian keduanya duduk bersebelahan.

“Dia memberi tahu saya tentang rencananya di Taiwan. Yang bikin kaget adalah rencana itu terlalu banyak dan tak mungkin bisa diselesaikan dalam liburannya. Saya lalu pelan-pelan menjelaskan masalah yang akan dihadapinya dan kami terus bicara sepanjang perjalanan,” ungkapnya tentang awal mula pembicaraan mereka.

Sejurus kemudian terjadi hal yang membuat hubungan keduanya menjadi lebih dekat.  “Tiba-tiba, terjadi beberapa kali turbulensi dan pesawat berguncang. Saat itulah dia berkata dia ingin tidur selama turbulensi lalu memakai penutup mata,” ungkapnya.

Pemuda ini tak bisa menjelaskan bagaimana awalnya ketika selama turbulensi keduanya akhirnya berpegangan tangan. “Nggak apa-apa, aman, nggak akan terjadi apa-apa kok,” kata si pemuda menenangkan gadis di sebelahnya.

Turun di pesawat, mereka kemudian menjelajahi Taiwan. “Kami hanya kenal sehari, tapi rasanya seperti kami sudah  kenal bertahun-tahun. Kami nggak pernah kehabisan topik pembicaraan,” ungkap pemuda itu. “Penerbangan ini memberi satu kesempatan dan kini kami menjadi pasangan. Tapi ini juga karena perusahaan yang memecat saya. Ini baru awal dari kisah cinta kami,” katanya yakin.

Hm, manis ya takdir yang mempertemukan mereka! (yp)